Monday, February 15, 2016

Kemdikbud luncurkan Panduan berbicara pada Anak tentang Kejahatan Terosisme

infogtk - . Sebagaimana telah kita dengar dan lihat bahwa telah terjadi peristiwa pengeboman di Jakarta (tepatnya di kawasan Sarinah).


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, mengatakan "Dalam situasi seperti ini, orang tua dan guru perlu membantu anak-anak kita mencerna dan menanggapi peristiwa teror" katanya.

Terkait terorisme yang ada di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), telah meluncurkan Buku Pedoman dan Panduan singkat tentang "Bagaimana berbicara pada Anak tentang Kejahatan Terosisme", Panduan itu dibuat untuk Guru dan Juga Orang Tua. Perhatikan gambar dibawah ini :

PANDUAN GURU :

Dari panduan itu diharapkan para Guru melakukan :
  1. Sediakan waktu bicara pada siswa tentang kejahatan terorisme. Siswa sering menjadikan guru tempat mencari informasi dan pemahaman tentang apa yang sedang terjadi.;
  2. Bahas secara singkat apa yang terjadi, meliputi fakta-fakta yang sudah terkonfirmasi. Jangan membuka ruang terhadap rumor, isu dan spekulasi;
  3. Beri kesempatan siswa untuk mengungkapkan perasaannya tentang tragedi/kejahatan yang terjadi. Nyatakan dengan jelas rasa duka kita terhadap para korban dan keluarganya.
  4. Arahkan rasa kemarahan pada sasaran yang tepat, yaitu pada pelaku kejahatan, bukan pada identitas golongan tertentu yang didasarkan pada prasangka;
  5. Kembali pada rutinitas normal. Terorisme akan sukses apabila  mereka berhasil mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan kehidupan kebangsaan kita;
  6. Ajak siswa berpikir positif. Ingatkan bahwa negara kita telah melewati banyak tragedi dan masalah dengan tegar, gotong-royong, semangat persatuan dan saling menjaga, dan
  7. Ajak siswa berdiskusi dan mengapresiasi kerja para polisi, TNI dan petugas kesehatan yang melindungi, melayani dan membantu kita di masa tragedi. Diskusikan lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka daripada sisi kejahatan pelaku teror

PANDUAN UNTUK ORANG TUA :


Dari panduan itu diharapkan para Orang Tua melakukan :


  1. Mencari tahu apa yang sang anak pahami;
  2. Hindari paparan terhadap TV dan media sosial yang menampilkan adegan mengerikan;
  3. Identifikasi rasa takut yang berlebihan;
  4. Hindari prasangka ke golongan tertentu;
  5. Jalani kegiatan keluarga secara normal;
Mendikbud meminta semua pihak membantu menyebarluaskan panduan singkat bagi para guru dan orangtua dalam membicarakan kejahatan terorisme dengan siswa dan anak-anak mereka.

Demikian infogtk terkait Kemdikbud luncurkan Panduan berbicara pada Anak tentang Kejahatan Terosisme





No comments:

Post a Comment