Friday, May 30, 2014

Anak Tukang Jahit Ini Berharap Bisa Lanjutkan ke Perguruan Tinggi

detik.com Lamongan - Mendapat nilai tertinggi UN se Jawa Timur sekaligus peringkat 2 tingkat nasional tidak membuat Ardi Pranata gembira. Ardi yang lulus dari SMK NU 1 Lamongan ini justru dirundung sedih, karena terancam tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Penyebab Ardi tidak bisa melanjutkan sekolah karena terbentur faktor ekonomi. Ardi anak ketiga dari tiga bersaudara ini tinggal bersama ibunya yang mengadalkan nafkah menjadi penjahit, sedangnkan bapaknya sudah lama meninggal dunia.

Saat ini, Ardi dan ibunya Liana (50), tinggal di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah. Ibu Ardi tak kuasa menahan air matanya ketika tahu jika anaknya nomor tiga berhasil lulus sekolah dengan predikat kedua terbaik tingkat nasional.


Air mata Liana tersebut bukan air mata kesedihan, tetapi adalah tangis haru seorang ibu yang selama ini hidup sendiri tanpa suami. "Saya terharu dengan prestasi anak saya," kata Liana, saat ditemui detikcom di kediamannya, Minggu (26/5/2013).

Keharuan tersebut menurut Liana, meski hanya anak seorang tukang jahit, Ardi bisa meraih peringkat kedua UN tingkat Jatim dan sekaligus peringkat ke dua tingkat nasional untuk SMK, dengan nilai 38,20 menyamai nilai Ahmad Syafi'I dari SMKN 1 Tuban.

Sayangnya, di tengah kegembiraan tersebut, sang ibu dan Ardi merasa gundah. Pasalnya dengan prestasi yang didapat anaknya tersebut, ternyata Ardi belum bisa melenggang untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi.

Ketiadaan biaya membuat Liana gundah karena dirinya hanya seorang tukang jahit. Liana mengaku, penghasilannya sebagai seorang tukang jahit yang tinggal di desa dan ketiadaan suami dalam rumah tangganya tidak memungkinkan bagi Liana untuk membiayai anaknya ke perguruan tinggi.

"Apa ya mungkin bisa sekolah lagi, wong biaya saja saya tidak ada," ujarnya.

Sementara, prestasi gemilang yang ditorehkan Ardi ternyata tidak didapat secara instan. Kerja keras dan ketekunan dalam menjalani hidup, baik di sekolah maupun di rumah, menjadi kunci utama keberhasilannya.

Dengan segala keterbatasannya ini, Ardi hanya berharap agar ada bantuan pemerintah agar bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. "Saya sebenarnya ingin melanjutkan ke Unesa Surabaya," ujar Ardi penuh harap.

IAIN Walisongo Sediakan 552 Kursi Jalur SBMPTN

SEMARANG - IAIN Wali­so­ngo Semarang menyediakan 552 kursi untuk mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013. Mulai tahun ini, perguruan tinggi agama itu turut menyelenggarakan seleksi melalui ujian tertulis bersama Unnes dan Undip.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Walisongo Dr Musahadi MAg mengatakan, mulai tahun ini IAIN turut menerima mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN. Tahun ini, 552 kursi akan disediakan bagi mereka yang diterima dari jalur tersebut.
’’Ini merupakan peluang lain bagi lulusan SMA/MA/SMK untuk masuk IAIN Walisongo melalui jalur lain, di samping Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru-Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (SPMB-PTAIN),’’ ungkapnya saat ditemui di ruang sidang rektor kampus tersebut, Rabu (29/5).



Pada tahun ini totalnya IAIN akan menerima 2.675 mahasiswa melalui empat jalur. Yaitu jalur SBMPTN, SPMB-PTAIN jalur tulis dan prestasi, dan Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri.
  
’’Daya tampung SBMPTN 552 mahasiswa, SPMB-PTAIN jalur prestasi 1.081 mahasiswa, jalur tulis 504 mahasiswa, dan PMB jalur mandiri 538 mahasiswa,’’ katanya.
Terdapat 22 program studi (prodi) yang ditawarkan dalam SBMPTN. Di antaranya Pen­di­dikan Agama Islam, Tadris Bio­logi, Tadris Matematika, Tadris Kimia, Tadris Fisika, Bahasa Inggris, Perbankan, dan Ekonomi Islam. Seperti Unnes dan Undip yang menyelenggarakan SBM­PTN, pendaftaran seleksi tersebut di IAIN juga dilakukan pada waktu yang sama. Pendaftaran online akan ditutup pada 7 Juni 2013, sedangkan ujian tertulis 18-19 Juni. (K3-60)

Wednesday, May 28, 2014

Kelulusan SNMPTN Dibatalkan Jika Ikut SBMPTN

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 memberlakukan peraturan ketat pada para peserta yang dinyatakan lolos seleksi ini. Mereka harus mempertaruhkan kelulusan di jalur seleksi nilai rapor ini jika memutuskan mengikuti seleksi jalur tertulis atau yang dikenal dengan nama Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), bulan depan.

Ketua Panitia SNMPTN 2013 Akhmaloka mengakui bahwa setiap peserta yang dinyatakan lolos SNMPTN 2013 tetap memiliki hak untuk mengikuti tes lainnya. Apalagi, jika ada siswa yang masih merasa kurang puas karena tidak lulus di pilihan pertamanya di SNMPTN 2013.

"Tapi kalau ikut tes SBMPTN, keterterimaannya di SNMPTN itu digugurkan. Kami coret dari keterterimaannya di SNMPTN," ungkapnya dalam keterangan pers di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (27/5/2013) sore.

Rektor ITB ini mengatakan, sebenarnya dirinya tidak menganjurkan mereka yang sudah lolos SNMPTN untuk ikut lagi dalam seleksi tertulis. Ini semata-mata agar tidak mengurangi peluang siswa-siswa lainnya yang memang tidak lulus seleksi nilai rapor sebelumnya.

Hasil SNMPTN 2013 sudah diumumkan kemarin  Ada 133.604 siswa yang dnyatakan lolos seleksi nilai rapor ini. Namun, Akhmaloka mengatakan bahwa para peserta yang lolos belum sepenuhnya diterima oleh perguruan tinggi negeri yang bersangkutan.

Para peserta baru dinyatakan diterima jika pihak PTN masing-masing sudah melakukan verifikasi data akademik dan data kemampuan ekonomi siswa yang dinyatakan lolos SNMPTN.

"Kalau dinyatakan lolos verifikasi, baru ditetapkan sebagai yang diterima dan bisa mendafar sebagai mahasiswa baru," tandasnya.

Sementara itu, SBMPTN 2013 atau seleksi tertulis baru akan digelar 18-19 Juni serta 20-21 Juni mendatang. Pendaftarannya sudah dibuka 13 Mei lalu dan akan ditutup 7 Juni mendatang.

Berebut Kuota 30 Persen SBMPTN

MAKASSAR, FAJAR -- Mahasiswa baru (maba) yang lulus lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Sulsel sebanyak 6.462 orang. Meski demikian, calon maba (camaba) yang belum tertera namanya pada pengumuman hari ini, jangan berkecil hati.

Masih ada dua jalur tersisa bagi yang berminat masuk PTN. Pembantu Rektor I Bidang Administrasi Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Sofyan Salam mengatakan, dua jalur yang tersisa untuk penerimaan maba adalah jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri.

SBMPTN digelar serentak di seluruh Indonesia. Pendaftaran jalur ini berakhir pada 7 Juni 2013 mendatang. Ujian akan digelar pada 18 juni. "Jumlah pendaftar telah mencapai angka 4.000 lebih," katanya.

Sofyan menambahkan, UNM menerima maba sekitar 5.000 orang tahun ini.  Dari jumlah tersebut, hanya 30 persen atau sekitar 1.800 orang yang akan diterima melalui jalur SBMPTN.

Wakil Rektor I Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Dadang Ahmad Suriamiharja mengatakan, kuota maba melalui jalur SBMPTN hanya 30 persen dari seluruh maba yang akan diterima. "Yang mendaftar sekitar 5.000 orang," katanya, Senin 27 Mei.

Kepala Bagian Humas Unhas, Iqbal Sultan menambahkan, kuota SBMPTN di Unhas juga hanya 30 persen dari sekitar 5000-an maba yang akan diterima. "Kita juga membuka jalur mandiri dengan kuota 20 persen jumlah maba yang akan diterima," tandasnya. (sam/rif)

Wednesday, May 21, 2014

Pengumuman hasil UN UNAS ujian SMA/SMK/SMP/SD 2013

Pengumuman hasil UN UNAS ujian SMA/SMK/SMP/SD 2013 - Hasil un 2013 - Pengumuman untuk hasil UN UAN UNAS 2013 merupakan sesuata yang sangat ditunggu oleh ratusan pelajar di seluruh Indonesia. Pengumuman ujian SMA/SMK banyak dicari2 khususnya untuk para pelajar yang antusias dengan nilai ujian mereka.

Menteri Pendidikan, M. Nuh memberikan konfirmasi tentang pengumuman ujian nasional bahwasanya tanggal pengumuman ujian akan diumumkan menurut jadwal yang sudah ditentukan meskipun kemarin sempat terjadi penggeseran akibat penundaan jadwal unas

Pengumuman UN SMA/SMK

Untuk hasil UNAS SMA/SMK sederajat akan diumumkan pada tanggal 24 Mei 2013. Keputusan tersebut sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan sudah tidak dapat berubah. Alasan tersebut diungkapkan karena sudah disesuaikan dengan jadwal penerimaan siswa baru/SNMPTN 2013.

Pengumuman UNAS SMP/MTS

Sedangkan hasil UN SMP/MTS sederajat akan dilakukan bersamaan dengan kerjar peket B yakni pada tanggal 1 Juni 2013. Hasil tersbut juga sudah ditetapkan oleh Menteri kita.

Pengumuman UN SD/MI

Dan yang terakhir untuk tingkat SD/MI/SDLB hasil pengumuman UN 2013 dilakukan pada tanggal 8 Juni 2013.

Dengan hasil ujian 2013 di atas semoga adik-adik lulus dengan nilai yang memuaskan dan diterima di jenjang sekolah yang diinginkan.

Sekian info pendidikan dari kami, semoga bermanfaat - Pengumuman hasil UNAS ujian SMA/SMK/SMP/SD 2013

Jangan Lihat Prospek Kerja

SAYA sering melihat, ketika mengadakan sosialisasi universitas di sekolah-sekolah di suatu daerah, masih banyak siswa yang mengedepankan materil dibanding kemampuan. Biasanya ini terjadi pada sekolah-sekolah yang sudah mempunyai nama di daerah tersebut.

Nama sekolah bukan jaminan kita bisa diterima di jurusan manapun yang kita mau. Masih banyak sekolah lain yang mungkin lebih berkompeten dari sekolah kita. Saya punya cerita di departemen (di IPB, departemen dianggap sebagai jurusan) saya yaitu Departemen Ilmu Komputer (Ilkom) Institut Pertanian Bogor (IPB).


Setiap tahunnya, Ilkom masuk dalam daftar 10 besar paling banyak peminatnya pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Undangan di IPB. Ketika mahasiswa baru ditanya kenapa masuk ke Ilkom, rata-rata menjawab ingin mendapat pekerjaan yang bagus karena di semua bidang, komputerisasi tidak dapat dihindarkan. Alhasil, setiap akhir tahun ajaran ada yang mengundurkan diri dari Ilkom karena tidak mampu berkutat dengan pelajaran yang tidak disukai dan dirasa sulit untuknya.

Lihat kemampuan dan minat
Dari kisah di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa banyak yang menggebu-gebu ingin masuk ke suatu jurusan tanpa melihat apa yang akan dipelajari dan tanpa melihat apakah dia mampu atau tidak.

Prospek kerja kerap kali dijadikan pilihan nomor satu bagi tiap siswa. Saya sering dengar juga banyak siswa yang bertanya "ka, jurusan A prospek kerjanya ke mana saja ya?". Prospek kerja bukan jaminan. Mudahnya begini, apakah semua mahasiswa yang ada pada jurusan yang baik akan mendapat pekerjaan yang baik pula?Jawabannya tidak jika pekerjaan yang dimaksud sesuai dengan prospek kerja yang ditawarkan.

Kemampuan kita lah yang akhirnya akan dinilai dalam dunia kerja. Ingat, kuliah bukan hanya masalah akademis, tapi soft skill seperti presentasi, public speaking dan lain-lain juga diperhitungkan. Banyak kok orang sukses yang muncul bukan dari jurusan yang populer. Yang penting, bagaimana kita bisa menjadi populer ketika kita berada pada jurusan yang kurang populer.

Pendidikan di Indonesia memang sering menuntut generasi pelajar untuk mementingkan materil daripada kemampuan dan minat yang bisa mengembangkan Indonesia agar menjadi lebih baik. Apapun jurusan kita, semoga kita dapat menekuninya dengan sungguh-sungguh dan meniatkannya untuk membuat Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Muhammad Badar
Mahasiswa Departemen Ilmu Komputer FMIPA
Institut Pertanian Bogor (//ade)

Monday, May 19, 2014

Sukses BUKAN Hak Setiap Orang

Bingung baca judul tulisan ini, Gan?

Banyak yang bilang kalau sukses itu adalah hak setiap orang. Kalau pernyataan ini benar adanya, berarti semua orang di dunia ini sukses dong? Kenyataannya, kenapa banyak orang yang ngga sukses? Menjadi ngga masuk di akal rasanya kalau dikatakan sukses adalah hak setiap orang. Kenapa saya bilang begitu?

Karena pada umumnya, secara psikologis, manusia akan meminta haknya. Mereka mau mendapatkan haknya. Misal, makanan gratis adalah hak semua orang. Maka, semua orang akan menuntut haknya. Mana ada yang akan membayar? Contoh lain, udara adalah hak setiap orang. Mana ada yang mau bayar untuk menghirup udara?


Nah, begitu juga dengan kesuksesan. Kata siapa sukses adalah hak setiap orang? Kenapa ngga semua orang lantas meng-claim haknya?

Jadi, menurut saya yang benar adalah sukses adalah hak setiap orang yang benar-benar ingin sukses dan berusaha semaksimal mungkin tanpa pantang menyerah. Kok jadi panjang ya? Iya, karena ini adalah pernyataan yang benar.

Orang yang bilang sukses adalah hak setiap orang itu sedang 'bermimpi'. Mereka mau menghibur orang-orang yang ngga sukses; mau mencoba memotivasi orang-orang tersebut. Kalau saya mah, ngapain mencoba memotivasi? Bukankah lebih baik 'menampar' mereka yang sedang malas-malasan dengan bilang bahwa ngga semua orang akan sukses. Mungkin kamu adalah salah satunya!

Yeah, that's me.. saya bukan motivator. Saya entrepreneur yang kebetulan suka untuk sharing dan passionate terhadap anak-anak muda Indonesia. Pengen aja liat Agan-Agan semua bisa menjadi pemimpin sukses yang berintergitas, bisa ngga cuma bermanfaat untuk diri sendiri, sekeliling, tapi juga untuk bangsa ini. Amin!

See you ON TOP!

Billy Boen
Founder & Mentor "Young On Top"

CEO PT. YOT Nusantara
Shareholder Rolling Stone Cafe Jakarta Director
PT. Jakarta International Management

Download SOAL + Pembahasan USM STAN 2001 - 2011 Lengkap


Download SOAL + Pembahasan USM STAN 2001 - 2011 Lengkap ,  Download SOAL + Pembahasan USM STAN 2001 - 2011 Lengkap

UJian Saringan Masuk ( USM ) STAN

Kementerian Keuangan merupakan salah satu Kementerian di Negara Indonesia ini yang mempunyai tugas antara lain merencanakan, mengawasi, mengawal, serta melaporkan keuangan negara. Dalam rangka memenuhi permintaan pegawai yang ada di kementerian keuangan, salah satunya (selain tes CPNS) didirikanlah STAN. Nah sumberdaya manusia yang akan digodok di STAN ini disaring dengan yang namanya USM STAN (Ujian Saringan Masuk STAN)

USM STAN diadakan tiap tahun, dengan rasio jumlah yang diterima dibandingkan jumlah pendaftar rata-rata 2-4% tiap tahun. Jumlah peserta yang diterima tersebut merupakan proyeksi kebutuhan pegawai di Kemenkeu sesuai tahun lulusnya nanti. Misal ni ya, tahun 2008 STAN menerima 2000 mahasiswa, maka kebutuhan Kemenkeu tahun 2012 adalah sekitar 2000 anak.


Ini juga menjawab pertanyaan, kenapa tahun 2011 kemarin cuma buka D1 aja? yup karena memang butuhnya untuk 5 tahun ke depan cuma lulusan D1 aja. Selain karena memang kebijakan pimpinan (menteri).

Tahun 2013? saat ini belum ada pengumuman resmi.

jalur masuk STAN cuma ada USM STAN, sampai tahun 2010 tesnya cuma tes tulis, namun mulai tahun 2011, USM STAN terdiri dari 4 proses

1. Verifikasi Berkas
2. Tes Tulis
3. Tes Kesehatan & Kebugaran
4. Tes Assesment

Oke pertama Verifikasi Berkas. Verifikasi berkas ini merupakan pemeriksaan kelengkapan dan syarat-syarat yang harus kamu penuhi untuk ikut USM. Alurnya, kamu daftar online ->  ngirim berkas-berkas syarat ke STAN lewat pos -> oleh STAN berkas tersebut diperiksa -> pengumuman yang lolos pemerriksaan/verifikasi -> kamu membayar uang pendaftaran -> mengambil nomor ujian

Tahun 2011 kemarin ada sebanyak 50 ribuan peserta yang lolos verifikasi berkas, namun yang mengambil nomor ujian cuma 40 ribuan.

Kedua Tes Tulis, tes tulis merupakan step paling krusial dalam 4 tahapan diatas, kenapa? karena paling banyak yang gugur tu disini. bisa dibilang, kalo lolos tes tulis, udah menginjakkan satu kaki di STAN. tahun 2011, dari 40 ribuan peserta tes tulis, diambil sekitar 2700 anak yang akan mengikuti tahap selanjutnya. Tes tulis nanti akan dijelaskan lebih detail.

Tahap selanjutnya adalah tes kesehatan dan kebugaran. Tes Kebugaran meliputi lari keliling lapangan selama 12 menit dan lari membentuk angka 8.

Sedangkan tes kesehatan meliputi check up:
1.  Mata
2. Tenggorokan
3. Denyut Nadi
4. Tensi Darah
5. Buta Warna
6. Telinga

Tahun 2011 ada 1700an anak yang lolos ke tahap selanjutnya yaitu tes assesment, jadi ada sekitar 1000 anak yang gugur di tes kesehatan dan kebugaran ini. Trus tes assesment itu kayak gimana? di tes assesment, peserta disuruh mengisi form biodata serta data-data lain yang diminta, lalu diwawancarai. Pertanyaan pada saat wawancara misalnya tentang cita-cita, atau bagaimana apabila diterima di jurusan yang tidak diminati di STAN.

Pendaftar SBMPTN di UNS Masih Minim

SOLO, suaramerdeka.com - Pekan pertama pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta masih sepi pendaftar.Hingga Sabtu (18/5) tercatat baru 250-an calon mahasiswa mendaftar. Jumlah tersebut masih jauh dari target UNS yang akan menjaring 2.160 mahasiswa melalui jalur SBMPTN.


Ketua SNMPTN 2013 UNS, Sutarno menduga masih sedikitnya minat calon mahasiswa yang mendaftar melalui SBMPTN dikarenakan calon mahasiswa masih menunggu pengumuman kelulusan ujian nasional (Unas) jenjang SMA sederajat dan pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Adapun pengumuman UN jenjang SMA sederajat akan dilakukan pada 24 Mei mendatang dan pengumuman SNMPTN pada 28 Mei.

"Hari-hari pertama biasanya sedikit karena menunggu diterima apa tidak SNMPTN-nya," katanya.   
Sejumlah kendala teknis terjadi dalam pendaftaran SBMPTN hari pertama kemarin. Sutarno mengatakan kendala teknis tersebut di antaranya kesalahan calon mahasiswa dalam melakukan pembayaran dan lokasi ujian yang tidak tercetak pada kartu peserta ujian.

Dijelaskan, masalah pembayaran yang terjadi murni kesalahan calon mahasiswa yang salah membayar pada bank yang bukan menjadi rekanan pembayaran SBMPTN. Sehingga pin yang didapat tidak dapat digunakan untuk mendaftar SBMPTN.

Pembayaran SBMPTN dilakukan melalui bank Mandiri sedangkan pembayaran Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT) dilakukan melalui BNI. “Salah satu kesalahan misalnya kemarin ada yang membayar biaya pendaftaran (SBMPTN) di BNI, padahal (jalur) SBMPTN membayarnya di Bank Mandiri." 

Selain kesalahan teknis pembayaran, kendala lain yakni lokasi ujian yang tidak tercetak pada kartu peserta ujian. Untuk itu, Sutarno segera berkoordinasi dengan panitia pusat untuk menyelesaikan hal tersebut.

Pendaftar SBMPTN Sudah 30 Ribu Orang

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hingga Kamis (16/5/2013) pukul 15.00 WIB, sudah berjumlah 30 ribu orang.

Ketua SNMPTN & SBMPTN 2013 Akhmaloka memerkirakan, jumlah pendaftar pasti akan terus meningkat.


"Itu kan dibuka sejak 13 Mei, sampai tanggal segitu saja sudah banyak," ujar Akhmaloka kepada Wartakotalive.com, Jumat (17/5/2013).

Akhmaloka yakin jumlah pendaftar akan terus bertambah, lantaran sampai Kamis (16/5/2013), sudah ada 66 ribu pendaftar yang membayar pendaftaran SBMPTN, dan mendapatkan PIN untuk pendaftaran di Bank Mandiri. Pendaftaran SBMPTN bakal ditutup pada 7 Juni 2013. (*)

Peserta SBMPTN Pasti Capai Target!

JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 memasuki hari kelima. Hingga kemarin sore pukul 15.00 WIB, jumlah pendaftar SBMPTN 2013 baru sekira 66 ribu.

"Pendaftaran SBMPTN jalan dengan baik. Sampai kemarin sore pukul 15.00 sudah 66 ribu peserta yang mengambil PIN atau membayar di Bank Mandiri," kata Ketua Panitia SBMPTN 2013 Akhmaloka, ketika berbincang dengan Okezone, Jumat (17/5/2013).

Namun, dari jumlah tersebut, baru sekira 30-40 ribu yang melakukan pendaftaran. Akhmaloka menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar mengingat pendaftaran masih dibuka hingga 7 Juni mendatang.

Dari jumlah tersebut, Akhmaloka optimistis dapat mencapai target SMBPTN yang telah ditetapkan, yakni 600-700 ribu peserta. Sebab, penerimaan melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) masih menyisakan banyak peserta.

"Optimistis bisa capai target 600 ribu, bahkan lebih. Karena peserta SNMPTN sekira 780 ribu sementara yang diterima hanya 140 ribu. Masih ada 600 ribu yang belum tertampung. Apalagi lewat SBMPTN lulusan 2011 dan 2012 boleh ikut sedangkan SNMPTN tidak," jelas Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Oleh karena itu, lanjutnya, hingga saat ini belum dapat diketahui program studi (prodi) maupun kampus favorit pilihan para peserta. "Masih dini, belum ada statistiknya karena belum kami evaluasi," tutur Akhmaloka.

Pendapat senada turut disampaikan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Triyogi Yuwono. Dia menyebut, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan karena ini masih awal pendaftaran.

"Pendaftar awal-awal masih anak lulusan 2011 dan 2012. Jadi masih belum bisa dijadikan ukuran," ungkap Triyogi. (ade)

Sunday, May 18, 2014

Salah Isi SBMPTN, Tidak Bisa Diperbaiki

SURYA Online, MALANG – Ketua Panitia Lokal (Panlok) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi NEgeri (SBMPTN) Malang, Prof Dr Hendyat Sutopo, menghimbau pendaftar untuk berhati-hati saat mengisi kolom-kolom yang ada di daftar isian formulir SBMPTN.

Himbauan ini, untuk mengantisipasi kesalahan pengisian sementara kartu peserta sudah terlanjur di-print (cetak). Sebab kalau kartu peserta sudah tercetak, kemudian baru diketahui ada kesalahan, Panlok SBMPTN Malang yang dipegang Universitas Negeri Malang (UM), belum bisa melakukan perbaikan.


"Aturan dari Panitia Pusat SBMPTN mengenai revisi kartu peserta yang salah cetak belum turun,” kata Hendyat melalui sambungan telepon, Minggu (12/5/2013).

Hal-hal yang harus diperhatikan saat mengisi daftar kolom SBMPTN, jelas Hendyat yang juga Pembantu Rektor I UM, adalah data pribadi dan angka-angka. "Seperti misal nomor KTP atau nomor ijazah. Jangan sampai keliru," urainya.

Namun begitu, HEndyat mengungkapkan aturan mengenai revisi kesalahan kartu peserta SBMPTN akan segera diputuskan dalam waktu dekat. "Kami hanya tinggal menunggu instruksi dari Panitia Pusat," ucapnya.

SBMPTN akan dibuka sampai 13 Juni. Alur pendaftaran, calon peserta SBMPTN membayar Rp 175 ribu (IPA dan IPS) atau Rp 200 ribu (campuran) di Bank Mandiri.

Sistem pembayaran di Bank Mandiri akan terintegrasi langsung dengan panitia pusat SBMPTN, dengan mengeluarkan nomor PIN agar bisa mengakses laman resmi sbmptn.or.id untuk mengisi daftar isian dan mengunggah foto.

Setelah selesai melengkapi daftar isian, calon peserta mencetak kartu peserta untuk mengikuti ujian 18 dan 19 Juni mendatang. "Laman resmi SBMPTN mulai bisa diakses Senin pukul 10.00 WIB,” pungkasnya.

2013, Pendaftar SBMPTN Ditarget 700.000

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahun 2013 ini, panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) jalur tertulis, memilih menaikkan target peserta dibanding tahun 2012 lalu.
Ketua SNMTPN & SBMPTN 2013, Akhmaloka, mengatakan, untuk tahun 2013, target pendaftar SBMPTN adalah sebanyak 700.000 peserta.


"Kita naikkan sedikit lah. Tahun 2012 itu kan pendaftar SNMPTN Jalur tertulis mencapai 600.000 peserta. Pasti lebih tahun ini (2013,red)," kata Akhmaloka kepada Wartakotalive.com, Jumat (17/5/2013).
Pendaftaran SBMPTN ini sudah dibuka sejak Senin (13/5/2013). Nantinya akan ditutup pada 7 Juni 2013. Sampai Kamis (16/5/2013) pukul 15.00, pendaftar SBMPTN sudah mencapai 30.000 pendaftar.

Tahun 2012, Pendaftar SBMPTN ( SNMPTN TULIS ) 600.000

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada tahun 2012, pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tertulis, jumlahnya mencapai 600.000 peserta.
Ketua SNMPTN & SBMPTN 2013, Akhmaloka, mengungkapkan hal itu kepada Wartakotalive.com, Jumat (17/5/2013) siang.
Makanya, Akhmaloka memperkirakan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) jalur tertulis tahun 2013 tak akan jauh dari angka tersebut.



Pendaftaran SBMPTN ini sudah dibuka sejak Senin (13/5/2013). Nantinya akan ditutup pada 7 Juni 2013. Sampai Kamis (16/5/2013) pukul 15.00, pendaftar SBMPTN sudah mencapai 30.000 pendaftar.

Pendaftar SBMPTN 2013, Baru Lulusan Tahun 2012 dan 2011

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013, baru lulusan tahun 2012 dan 2011.

Kendati demikian, jumlah pendaftarnya sudah mencapai 30.000 peserta.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor, Yonny Koesmaryono, mengatakan, baru pendaftar lulusan tahun 2011 dan 2012, lantaran kelulusan tahun 2013 belum diumumkan.


"Makanya, paling sekarang jumlah pendaftar SBMPTN di IPB paling baru ratusan orang. Nanti setelah tanggal 25 Mei 2013 baru akan melonjak pendaftarnya pasti," kata Yonny kepada Wartakotalive.com, ketika dihubungi, Jumat (17/5/2013).

Saturday, May 17, 2014

PERJUANGAN MULYONO MENUJU ITB

Disini adalah tempatnya orang-orang yang ingin mencari motivasi hidup dan juga membangun kepribadiannya. Kita mulai dulu dari kisah motivasi dari seorang bocah sma yang saya kira cukup hebat. Bocah ini bernama mulyono yang memiliki semangat hidup tinggi meskipun berasal dari keluarga kurang mampu. Ia adalah salah satu pemenang dari IBO atau olimpiade biologi internasional. Tapi ia bahkan masih kesulitan sekali masuk ke perguruan tinggi. Karena kita ketahui sendiri bagaimana bobroknya negara ini dan parahnya lagi pendidikan di Indonesia menurut rating adalah pendidikan mutunya jelek tapi harganya paling mahal. Baiklah langsung saja kita simak bagaimana seorang bocahsma si mulyono yang berjuang keras untuk bisa kuliah di ITB.
Perawakannnya kecil dan kurus, penampilannya sederhana, dan bicaranya agak malu-malu. Ia berasal dari sebuah desa yang dikelilingi ladang jagung di Dusun Ngampel Kurung, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sekalipun tidak banyak orang yang tahu, ia adalah seorang yang turut mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional.
Mulyono (18) adalah salah seorang peraih medali perunggu dalam Olimpiade Biologi Internasional (IBO) 2004 di Brisbane Autralia, Juli 2004. Sebelumnya, ia meraih penghargaan honorable mention DALAM IBO 2003 di Belarusia. Untuk sampai ke tingkat internasional, Mul, demikian panggilan akrabnya, telah menjadi juara di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.
Prestasi membanggakan itu membuatnya diterima di Program Studi Mikrobiologi Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program ujian saringan masuk (USM). Kenyataan itu bukannya membuat dia gembira, malah bingung. “Waktu dikasih tahu saya diterima, seketika dhueeeeng .. Saya langsung berpikir mengenai biaya SPP dan biaya hidup disana” paparnya ketika ditemui di rumahnya hari Minggu (1/8) lalu.
Mul bercerita, kesulitan terbesar yang dialami selama hidupnya selalu berkenaan dengan masalah keuangan. Ia berasal dari keluarga sangat sederhana. Sejak ayahnya meninggal, ketika ia masih berusia selapan (35 hari), ibunya harus bekerja keras di Surabaya, sementara Mul hanya tinggal bersama neneknya yang sudah tua. Karena pada dasarnya ia anak yang pandai, sejak bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srikaton I hingga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pare, Mul selalu mendapatkan beasiswa, untuk meringankan beban biaya sekolah yang harus ditanggung ibunya.
“Beasiswa itu hanya cukup untuk membayar BP3, sedangkan untuk buku-buku harus mengeluarkan uang sendiri. Saya bekerja sejak Mul kecil hingga sebesar sekarang, dan jarang bertemu dengannya,” tutur sang ibu, Mujiyati, yang ditemui beberapa hari sebelumnya.
Ia bercerita tentang keinginan besar Mul untuk sekolah di SMAN 2 Pare yang merupakan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) terbaik di Kabupaten Kediri. “Ia tidak mau sekolah kalau tidak di SMAN 2 Pare” katanya.
Maka, dengan berbekal uang Rp 2.200 setiap hari, Mul mengayuh sepeda yang dia miliki sejak kelas empat SD menuju ke jalan besar di Maduretno - yang berjarak sekitar empat kilometer - ke tempat angkutan yang akan membawanya ke Pare. Sepedanya dia titipkan dengan ongkos Rp 200. Lalu ia naik angkutan umum ke sekolahnya - Sekitar 10 kilometer jauhnya - dan untuk itu harus membayar Rp 2.000 untuk pergi pulang. “Ia tidak membawa uang untuk jajan, hanya cukup untuk naik angkutan kota. Biasanya, untuk sarapan saja dia makan masakan yang saya masak sore sebelumnya,” tutur Mujiyati menceritakan.
Waktu itu kehidupan begitu sulitnya bagi mereka, tetapi Mul tidak pernah mengeluh. Begitu seringnya Mul bolak balik ke Bandung membuat ibunya berhenti bekerja untuk menemani neneknya. Sekarang ia mengerjakan apa saja di ladang para tetangganya. “Waktu tahu Mul diterima di ITB, saya juga ikut bingung. Saya sudah tidak bekerja lagi di Surabaya, sementara biaya yang ada belum cukup,” kenang Mujiyati.
Biaya yang harus dibayarkan untuk masuk ITB sebesar Rp 45 juta, sementara biaya persemester Rp 1,7 juta. Belum lagi biaya untuk kos setiap bulan dan biaya makan setiap harinya. Jika biaya itu tidak bisa dipenuhi, ia terancam tak bisa memenuhi cita-citanya yang baru, menjadi seorang peneliti.
Sebelumnya ia sangat ingin menjadi dokter. Namun cita-cita mulia itu harus ditinggalkan karena ia tidak bisa lolos di Penjaringan Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. “Saya heran, mengapa tidak bisa lolos. Padahal, syarat utamanya adalah juara olimpiade nasional atau finalis olimpiade internasional. Waktu itu saya memenuhi kedua kriteria tersebut, tapi entah mengapa tidak diterima,” kenang Mul dengan nada penasaran. Padahal, jika diterima di PBUB itu, semua biaya kuliah selama 4 tahun gratis. Ia sudah membayangkan beberapa kemudahan yang bisa dinikmatinya, apalagi biaya hidup di Yogyakarta tak setinggi di Bandung.
Namun cita-cita itu harus kandas dan Mul harus banting setir ke ITB yang kemudian membawanya ke berbagai kebingungan. Akan tetapi, kebingungan itu tidak membuatnya putus asa. Mul mengajukan beasiswa ke PT Sampoerna, yang juga berakhir dengan penolakan. “Mungkin mereka salah tangkap, mengira saya meminta beasiswa untuk kuliah S1 di luar negeri. Karena itu, mereka memberi syarat, saya harus meraih medali emas di olimpiade international itu untuk bisa mendapat beasiswa dari mereka. Padahal yang saya inginkan adalah beasiswa untuk kuliah S1 di dalam negeri,” paparnya.
Mul sendiri selalu menabungkan uang yang diperolehnya dari berbagai kompetisi yang diikutinya. “Saya mendapat uang saku, uang transpor selama di pembinaan, juga dari dari juara olimpiade. Semua saya tabung. Saya harus sangat hemat,” kata Mul. Namun sehemat-hematnya Mul mengeluarkan uang, tetap saja tabungannya tidak mencukupi biaya kuliah persemester dan biaya hidup di Bandung.
Api semangat Mul tidak padam, apalagi dukungan dari orang-orang di sekitarnya sangat besar. “Anak itu memang pandai dan selalu juara kelas. Mul juga aktif dan lincah meskipun agak tertutup. Ia juga senang membantu menerangkan teman-temannya jika ada yang bertanya tentang berbagai pelajaran, sampai kadang-kadang merelakan jam istirahatnya ,” ujar guru pembimbing Biologi SMAN 2 Pare, Isrowiyati.
Dengan sukarela, para guru pembimbing mengarahkannya dan membantu kebutuhannya jika Mul akan berangkat ke Bandung untuk pembinaan di ITB. Para guru pembimbing adalah tempat bertanya bagi Mul. Kepada mereka, Mul bisa berterus terang tentang berbagai hal, termasuk kesulitan yang dialaminya. “Kami sedang mengupayakan bantuan dari berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan. Karena kepada dinas sedang sakit, belum ada kelanjutannya. Kabar terakhir, alumni SMAN 2 Pare dan SMAN 2 Kediri bersedia memberikan bantuan untuk biaya hidup Mul sampai tamat di Bandung,” ujar kepala SMAN 2 Pare Sukadi.
Sekarang, Mul boleh berlega hati. Banyak pihak sudah bersedia membantunya. Ia tidak lagi berpikir tentang uang yang harus dia keluarkan untuk biaya kuliah maupun biaya hidup selama di Bandung. Setidaknya, ia bisa mulai mencapai idealismenya untuk menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. “Setidaknya apa yang saya hasilkan bisa membuat orang lain senang meskipun mereka tidak mengenal saya. Dan itu sudah membuat saya puas,” ujar Mul mantap.
Mulyono, dengan motto hidupnya “Badai pasti berlalu” penuh percaya diri menyongsong hidupnya. Ladang-ladang jagung di sekitar desanya menunggu untuk diteliti. “Saya percaya, jika sekarang saya berada dalam kesulitan, beberapa jam, menit, atau detik lagi saya akan keluar dari masalah itu,” katanya menutup perbincangan

Cerita Motivasi : NASIHAT BUAT YANG INGIN MASUK UI

Sebenernya tulisan ini ditujukan untuk murid gw yang kepengin masuk kedokteran UI. Tapi mudah-mudahan bisa memberikan sedikit manfaat terutama untuk anak-anak SMA kelas tiga yang sebentar lagi mau lulus dan kepengin masuk UI. Ini didasarkan pada pengalaman pribadi gw aja yang kebetulan pernah ngerasain masa-masa “sulit” di SMA (terutama pas kelas 3) dan kebetulan lagi gw udah kuliah di UI sekarang.

Btw, sekedar info aja, sekarang ini gw kuliah di matematika UI. Kalo dari passing grade, math UI lumayan tinggi lah. Tertinggi ke dua setelah farmasi kalo di MIPA dan bs ngunggulin banyak jurusan-jurusan lain di teknik dan sosial. Tapi kasus untuk murid gw ini, dia mau masuk kedokteran UI. Yang gw tau, masuk kedokteran UI itu gak gampang coz passing grade-nya sangat tinggi. Mungkin yang tertinggi di UI untuk kategori jurusan-jurusan berhaluan MIPA.
Namun demikian, bukan berarti tidak bisa untuk dimasuki. Banyak kok temen-temen gw yang bisa masuk ke sana. Baik dari SMA asal gw dulu or kenalan-kenalan gw dari tempat les, temen-temen di kampung halaman, temen-temen olimpiade, dll. Itu menandakan bahwa bukan suatu hal yang mustahil untuk bisa masuk kedokteran UI.

Tapi yang jelas, butuh usaha ekstra untuk bisa masuk ke UI. Apalagi kedokteran. Ya toh? Hal ini penting untuk disadari. Kenapa? Karena ketika kita menyadari bahwa masuk UI itu susah didasarkan pada tingkat persaingan yang tinggi (se-Indonesia) dan passing grade-nya yang juga tinggi, maka satu tembok dalam pikiran kita mulai terbuka dan tersadarkan. Diharapkan, kenyataan ini akan membawa kita pada taraf kesadaran untuk mulai giat belajar.
Gw inget dulu saat gw kelas tiga SMA. Kalo kata orang dan kata gw juga, kelas satu SMA itu masih tahap-tahap pengenalan. Jadi wajar kalo nilai kita jelek. Kelas dua, masa-masa “bermain”. Wajar pula kalo nilai kita pas-pas-an. Nah di kelas tiga, masa-masa pengenalan dan bermain itu sudah tidak ada lagi. Masa kelas tiga harus dan wajib kita habiskan untuk fokus pada satu hal: BELAJAR. Targetnya juga jelas: LULUS UN dan MASUK PTN YANG KITA INGINKAN. Itu gw dulu. Itu salah satu hal terbesar yang ngebuat gw semangat belajar pas kelas tiga. Biasanya, kalo dah mulai ada godaan-godaan kecil yang melintas, gw akan selalu inget hal itu: LULUS UN and MASUK PTN FAVORIT. Bahkan gw menerapkan konsep 5 cm yang gw dapet dari sebuah novel. Lumayan bagus lah “wejangannya”. Disana dibilang kalo kita sudah punya tujuan dan mimpi yang jelas, maka letakkanlah mimpi kita itu sejauh 5 cm di depan mata kita. Kapanpun ada godaan datang, maka bayangkanlah mimpi-mimpi kita itu. Bayangkan ia berjarak 5 cm di depan mata kita. Semakin sering kita membayangkannya, maka akan semakin melekat mimpi-mimpi kita itu dalam benak kita yang imbasnya nanti adalah pada perbuatan kita. Kita akan mulai tersadarkan dan mulai mengerjakan segala hal yang berhubungan dengan mimpi 5 cm itu. Bahkan, bisa-bisa anda akan menjadi orang yang freak. Freak dalam artian belajar demi mencapai tujuan 5 cm tersebut. Ini sudah saya praktekan sendiri. Silakan dicoba kalo gak percaya.

Membayangkan mimpi 5 cm ini adalah salah satu cara yang positif untuk pikiran kita. Ada juga cara yang negatif yang cukup bagus menurut gw untuk menambah motifasi dalam diri kita. Yaitu bayangkan sesuatu yang negatif. Caranya begini: semisal anda sedang malas untuk belajar atau ada godaan-godaan lain yang mengganggu anda, coba bayangkan sesuatu yang negatif yang akan terjadi pada diri anda saat anda tidak lulus UN dan gagal masuk PTN Favorit. Sedang, pada saat yang bersamaan, teman-teman anda, teman-teman sekolah anda, bersuka cita merayakan kemenangan mereka akan dua hal tersebut. Dan nyatanya, mereka-mereka itu, orang-orang yang berhasil di penghujung cerita itu, adalah orang-orang yang telah mengerahkan segala daya upaya dan kemampuan mereka untuk belajar hingga titik darah penghabisan. Sedang anda, sebagai orang gagal yang tertakdir, adalah orang-orang yang meski sudah kelas tiga, masih suka tergoda untuk tidak belajar disebabkan hal-hal kecil semisal: sakit hati diputusin pacar, gak bisa ngeluangin waktu untuk belajar saat ada acara TV favorit, kebanyakan hang out bareng temen, dll.
Jika perlu, bayangkan juga betapa kecewanya orang tua kita jika kita gagal lulus UN dan gagal masuk PTN yang kita inginkan. Bayangkan air matanya meleleh akibat usaha kita yang gak maksimal untuk belajar. Belum lagi kita telah mengecewakan guru-guru dan teman-teman yang telah susah payah bantuin kita belajar. Belum lagi kerugian (tenaga dan materi) yang kita derita karena udah cape-cape belajar tiga tahun di SMA, tapi kita gagal di akhir. Padahala tinggal satu langkah lagi.
Yuk teman, mumpung masih ada waktu untuk mengejar ketertinggalan. yuk belajar yang giat. Yuk hapus semua kesedihan, kegundahan dan kegalauan dalam hati kita. Yuk kita ganti dengan sikap positif untuk belajar. Allah pasti ngebantu orang-orang yang bersungguh-sunggu mengejar mimpi mulianya.

Ingatlah hal ini:
UI itu bukan tempat orang-orang yang malas belajar
Apalagi sudah kelas tiga
UI itu bukan tempat orang-orang bermental lemah
Apalagi gak mau belajar cuma gara-gara diganggu hal-hal kecil
UI itu tempat untuk orang-orang yang memang serius mau masuk ke sana
Dia mengerahkan semua kemampuannya demi satu tujuan: MASUK UI
Apapun yang terjadi kelak, dia gak gak peduli
Yang dia tau, dia harus dan wajib masuk UI
Yang dia tau, dia pasti bisa untuk masuk UI
Ada sekitar tiga ribuan orang yang masuk ke UI tiap tahun
Maka dirinyalah satu dari tiga ribu orang itu
Jaket kuning ini, Jaket UI, hanya untuk mereka yang mau membayar harganya
Harganya adalah tekad dan semangat juang untuk menaklukkan rasa malas saat datang
Dan keindahan UI ini, hanya untuk mereka yang mempunyai mimpi besar dalam hidupnya
Sudah banyak kok orang yang masuk ke UI dan berkuliah di sana
Dan sekarang, mereka telah berhasil dan menjadi orang sukses
Jadi, anda juga pasti bisa masuk ke UI dan menggapai sukses
Yok semangat

Cerita masuk PTN, perjuangan mental dan finansial, hahah

By yanuar - UB , Semenjak SMP, gue memang sudah berniat untuk mengambil jurusan Matematika ketika kuliah, karena gue menyukai perlajaran tersebut teramat sangat, hehehe....,

Namun, ketika kelas 1 SMA, aku dan keluargaku pergi pulang kampung ke pelosok desa di Bogor. Disana, tanahnya kurang baik, karena tidak bisa ditanami sayuran, hanya bisa ditanami padi. Hal ini berimbas pada buruknya konsumsi gizi baik oleh masyarakat karena hanya mengandalkan nasi dan telur dan daging (hasil ternak). Sekalipun ada hanya bisa ditanami daun singkong, dsb. Uhhh, memprihatinkan. Ketika itu aku langsung berniat akan mengambil jurusan pertanian ketika kuliah nanti di IPB.


Namun ketika penjurusan kelas XI, ternyata gue masuk kelas IPS, oh MY god, I never though about that before, so ketika hari pertama gue masuk kelas, gue kaget kagak tau apa-apa. Karena pada dasarnya gue engga suka sama pelajaran IPS kecuali sosiologi, laennya NEHI baget gue belajar gituan.
Tapi, gue terpaksa belajar itu, karena permohonan masuk kelas IPA oleh kepsek ditolak, mau gimana lagi? Yaa terima nasib ajah deh.....

Akhirnya gue beralih jurus untuk mengambil jurusan akuntansi ketika kuliah nanti, satu hal yang memang engga kepikiran waktu dulu-dulu. Hahaha, but now, i was falling in love with accountance (*knp gue bilang -i was-, krn gue engga jadi, hehehe).....

Mulailah pencarian universitas. Mula-mula gue berasa buta.
Karena awalnya gue udah target buat masuk M-IPA UI (*Matematika) atao Teknik Pertanian IPB. Nah... sekarang gue masuk IPS, sedangkan gue kagak punya PLAN B dikarenakan gue -sangat yakin- akan masuk IPA, ternyata, hikshikshiks.....

Akhir semester 5 (Kelas 3 semester 1), gue ditawarin buat ikut PMDK UNS sama guru BK. Nah, nyokap sih dari dulu juga nyokap gue udah nyurug buat ikutan PMDK (*obsesi karena dulu nyokap dapet PMDK UNPAD, tp kagak jd diambil, wkwkwk).

Walhasil liburan semester 5 gue itu dihabiskan untuk mengurusi urusan administrasi PMDK, ngeprint ini, ngisi ini, beli ini, de el el..... ribet, but it would be worthed when u get it right?

Dengan modal rata-rata nilai raport dari semester 1 sampe 5 :
- Semester 1 : >80,50
- Semester 2 : >79,00
- Semester 3 : >81,50
- Semester 4 : >81,00
- Semester 5 : >83,00
Plus modal juara umum disekolah, hehehe......

Dengan PD-nya gue dan nyokap berkhayal tentang bagaimana kuliah di Surakarta, krn Surakarta adalah kota asing bagi keluarga gue, maklum semua rumah sodara gue yang paling jauh juga di Subang, Jawa Brat, hehehe......

Tapi, NAAS, semua siswa yang ikut PMDK UNS (Universitas Sbelas Maret) yang berjumlah 15 org tidak ada yang lolos, termasuk gue, WHAT????
Mungkin salah gue juga, dengan bodohnya gue milih ProDi Akuntansi yang peminatnya GILA-GILAAN, parah beud dah ....!!!! ckckckck

Perburuan berlanjut, rencananya gue mau ikut UM UNDIP, tapi bokap nyuruh gue ikut Test Masuk POLMAN ASTRA (Politeknik Manufaktur Astra) jurusan Manajemen Informatika, NAAS lagi, gue engga diterima, cuman sampe test wawancara doank, hufft,
Padahal gue udah bersusah payah buat lolos test tertulis mengalahkan beratur-ratus orang dan juga psikotes, ternyata itu semua sia-sia gara-gara wawancara nya ancur, (*males gue ngingetnya lagi....)

2X gagal belum menyurutkan langkah gue, selanjutnya gue mengikuti TEST SEJUTA UMAT, yaps, SIMAK UI, gue milih jurusan Admin.Fiskal sama Sastra Jerman. Dan lagi-lagi gue gagal.
Huhuhuh,,,, Malang nian nasib gue.....
Dari sekolah gue (*SMAN 103 Jakarta, red) yang diterima UI ada sekitar 15 orang, wahwahwah, iri bangeet gue.... Ckckckc......

Gue berasa orang terbodoh sedunia..... But i knew i couldnt give up now.....

Setelah test UI yang GATOT (*gagal total), gue daftar SPKS UTUL Unibraw (*Universitas Brawijaya). Gue langsung ajah daftar online tanpa minta persetujuan dari bonyok, dan pas bonyok gue kasih tau, mereka cuma geleng-geleng karena gue mao kuliah di MALANG, ckckckc..... Ohh yaa, gue ngambil Jur H.I ma Ilmu Politik.....

Gue juga dirayu ikut UTUL UGM, tapi..... GUE TELAT DAFTAR !!!! Ternyata banyak temen gue yang dapet disana, ada yang diterima di hukum, fisika, psikologi, arsitektur, de el el, wahwawhawah, for the second times i felt just like the most stupid boy in the world, how stupid i am!!!!!

Gue juga dapet info dari guru BK kalo ada test UM UNSOED, kali ini gue minta ijin nyokap, tapi malang banget, gue engga diijinin, karena menurut nyokap kurang menjanjikan,. Gue disuruh ikut JPPA-Kemitraan IM TELKOM, awalnya gue engga setuju karena menurut gue kemahalan.
Tapi setelah berdebat (*lebih tepatnya berantem sama bonyok 3 hari), gue terpaksa mengalah. Akhirnya gue daftar JPPA-Kemitraan TELKOM jurusan Akuntansi, Komputerisasi Akuntansi sama Admin.Niaga...........

Walhasil, dan finally, akhirnya gue diterima di UNBRAW Jurusan Hubungan Internasional dan TELKOM jur Akuntansi.
WAHWAHWAH, bingung bgt gue, tapi akhirnya gue dengan nekat ngambil H.I Unbraw, meskipun sekarang gue mulai ragu dengan prospek H.I, gue masih merasa BERJIWA AKUNTANSI, dan gue udah buletin tekad buat nyoba kuliah H.I selama 2 semester, bila tidak cocok, gue pindah aja deh ke FE Akuntansi Unbraw, hehehe........

Gue iri banget ngeliat temen-temen gue yang pada masuk ITS, UI, UGM, ITB, IPB, meski Unbraw juga kagak jelek-jelek amat, tapi dari segi prestise jelas jauh beda, uhhh, nyesel gue tau PMDK IPB nya telat, udah seminggu ditutup baru tau, ckckckck......

Meskipun gue gagal 3x, pada kenyataannya masih banyak banget anak-anak dinegeri kita ini yang bernasib sama atau bahkan lebih buruk dari gue.
Menurut cerita guru PM disekolah gue dulu, anaknya guru Fisika gue harus gagal 7x test masuk PT, setelahnya baru bisa masuk UNJ (*Universitas Negeri Jakarta) lewat jalur PENMABA UNJ.

Jadi buat temen-temen yang senasib sepenanggungan, JANGAN MENYERAH, coz kalo baru gitu ajah udah nyerah, gimana mau bisa berhasil dimasa yang akan datang, pastinya cobaan akan lebih keras lagi, wahwahwah, benar banget kata Wakepsek sekolah gue, kalo keberhasilan itu 80% ditentukan oleh SQ dan EQ (*Spiritual n Emotional) dan sisanya baru IQ (*Intellegence). Jadi kalo baru DIGOYANG DIKIT ajah udah nyerah da nangis2, wah.... kelaut ajah deh lo.....
KEGAGALAN ADALAH KEBERHASILAN YANG TERTUNDA, nyatanya sebuah pameo yang masih gue pegang erat sampe sekarang, WISH U ALL THE BEST GUYS!!!

Wah, Pendaftar SBMPTN Luar Jawa Masih Minim

JAKARTA - Animo masyarakat terhadap pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di luar Pulau Jawa juga masih sedikit. Namun, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Idrus Paturrusi menganggapnya sebagai hasil yang wajar.

"Sekarang belum banyak karena mungkin masih menunggu hasil Ujian Nasional (UN). Tapi sudah mencapai ribuan. Biasanya di akhir bisa mencapai 20-24 ribu. Kalau sekarang belum kelihatan," ujar Idrus ketika dihubungi Okezone, Jumat (17/5/2013).


Tahun ini, kata Idrus, Unhas menetapkan sebesar 30 persen kursi dari total penerimaan mahasiswa baru melalui jalur penerimaan SBMPTN. Sementara kuota terbesar dialokasikan pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan sisanya, yakni 20 persen lewat ujian mandiri.

Berkaca pada SNMPTN, Idrus menilai, jurusan Kedokteran akan tetap menjadi program studi (prodi) favorit eksakta di Unhas. "Selain Kedokteran, untuk jurusan eksakta, prodi teknik dan farmasi juga menjadi favorit calon mahasiswa. Sementara di jurusan sosial, prodi favorit pilihan calon mahasiswa adalah Ekonomi, Hukum, dan Hubungan Internasional (HI)," tuturnya.

Sebenarnya, apa yang membuat prodi Kedokteran Unhas menjadi primadona para calon mahasiswa? Idrus berpendapat, akreditasi internasional A yang dikantongi jurusan Kedokteran Unhas menjadi alasan prodi tersebut begitu digemari.

"Jurusan Kedokteran di mana-mana banyak peminat. Mungkin karena Kedokteran Unhas yang tertua dan terakreditasi internasional A makanya banyak yang mendaftar. Di Indonesia cuma lima universitas yang memiliki akreditasi institusi internasional A, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Unhas dan mahasiswa mencari yang akreditasinya baik," jelas Idrus.

Menurut Idrus, tidak akan ada kursi kosong di Unhas dengan adanya tiga jalur penerimaan mahasiswa baru tersebut. Apalagi mengingat perbandingan kuota yang tersedia dengan jumlah pendaftar.

"Pengalaman sekian tahun banyak tidak keterima karena angka keketatan tinggi. Kuota kelas dan jumlah pendaftar tidak sebanding. Misalnya, kedokteran. Kami hanya menyediakan 200 kursi sementara pendaftar 8.000 orang," tandasnya. (mrg)

Panitia SBMPTN Padang Siapkan 40 Ribu Kursi

PADANG, KOMPAS.com - Panitia lokal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Padang menyiapkan 40 ribu kursi menghadapi pelaksanaan ujian tulis yang digelar pada 10-31 Mei 2012.
"Pada tahun lalu kuota yang disiapkan berjumlah 38 ribu dan tahun ini mengantisipasi terjadinya lonjakan dilakukan penambahan 2.000 kursi," kata Humas Panitia Lokal SNMPTN, Amril Amir di Padang, Kamis (16/5/2013).


Menurut dia saat ini proses pendaftaran telah dibuka  sejak 13 Mei secara online diakses melalui website www.ujian.sbmptn.or.id dan akan ditutup pada 7 Juni. Ia menganjurkan, pelajar SMA sederajat yang lulus pada 2011 dan 2012 segera mendaftar lebih awal agar dapat memaksimalkan persiapan ujian.

"Sedang pelajar yang lulus pada 2013 masih harus menunggu pengumuman kelulusan ujian nasional pada 24 Mei, tidak perlu khawatir karena masih tersedia waktu hingga 7 Juni," kata dia.

Ia menyebutkan, ujian tulis akan dilaksanakan pada 18-19 Juni dimana peserta dipungut biaya ujian sebesar Rp 175.000 per orang untuk kelompok sain teknologi dan sosial humaniora, serta Rp 200.000 per peserta untuk kelompok campuran, dibayarkan ke Bank Mandiri dengan nomor rekening 070 000 662 1960 atas nama SBMPTN 2013.

Setelah melakukan pembayaran, peserta akan menerima PIN SBMPTN 2013, untuk kemudian melakukan pendaftaran secara online dengan mengisi borang elektronik yang ada pada situs resmi, serta mengunggah pasfoto berwarna ukuran 4x6 cm dengan resolusi minimal 250 dpi atau 400x600 pixel.

Jika proses pengisian borang telah selesai, akan keluar kartu tanda bukti pendaftaran  untuk kemudian dicetak dan harus dibawa saat ujian.

Dijelaskannya,  ujian tertulis terdiri atas beberapa materi yaitu tes potensi akademik (TPA), tes kemampuan dasar umum meliputi  matematika dasar, bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Kemudian, tes kemampuan dasar sains dan teknologi meliputi matematika, biologi, fisika dan kimia serta tes kemampuan dasar  sosial dan humaniora meliputi sosiologi, ekonomi, sejarah dan geografi.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun sementara hingga saat ini jumlah pendaftar belum signifikan dan diprediksi akan terjadi lonjakan setelah pengumuman kelulusan ujian nasional SMA pada 24 Mei.

Thursday, May 15, 2014

Perjokian SBMPTN Diantisipasi Dengan Pedoman POB

SEMARANG, suaramerdeka.com - Praktik perjokian dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 telah di antisipasi oleh panitia pusat dan disosialisasikan ke masing-masing PTN. Adapun, dalam pengelolaan dan pelaksanaan proses seleksi tersebut berpedoman pada prosedur operasional baku (POB) yang ditetapkan panitia SBMPTN pusat.

Pelaksana tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr Agus Wahyudin mengatakan, dalam seleksi masuk PTN seluruh aspek pendaftaran hingga pelaksanaan atau saat ujian berpedoman pada POB. Pedoman itu sendiri ditetapkan oleh panitia seleksi pusat dan bertanggung jawab pada forum rektor se-Indonesia.


''Perjokian sudah diantisipasi secara dini, termasuk di Unnes sendiri. Kita pun dapat mengingat bagaimana praktik perjokian dapat tertangkap saat ujian SNMPTN 2010 lalu di Unnes. Upaya kecurangan tersebut dapat tercium, karena kewaspadaan pengawas dalam mengawasi ujian,'' ungkapnya.

Diketahui, sebelum pelaksanaan ujian SBMPTN panitia selalu memberikan pengarahan kepada pengawas. Dan hal itu dilakukan secara berulang setiap tahunnya agar dapat melaksanakan pengawasan yang efektif, namun memberikan suasana nyaman pada peserta saat ujian.

Agus menjelaskan, untuk mengantisipasi peserta dari praktik perjokian pihak panitia juga telah menetapkan aturan. Diantaranya, tidak boleh membawa buku atau alat komunikasi model apapun yang berguna untuk mempermudah perjokian. Selain itu, dalam ujian tersebut juga terdapat beberapa varian soal sehingga tidak memungkinkan bagi peserta untuk berbuat curang. 

''Gerak peserta pun akan dijaga ketat karena pengawas akan mengawasi peserta dalam jumlah terbatas. Paling tidak 10 peserta akan diawasi oleh satu pengawas,'' kata Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unnes itu.

Seleksi Mandiri Pendaftaran Mahasiswa Baru UNPAD Ditiadakan

Metrotvnews.com, Bandung: Universitas Padjadjaran (UNPAD) berpartisipasi penuh dalam seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2013. Bahkan, UNPAD meniadakan program seleksi mandiri pendaftaran mahasiswa baru.

Rektor UNPAD Prof Ganjar Kurnia menyatakan alasan penghapusan seleksi mandiri untuk mempermudah para calon mahasiswa menempuh pendidikan tinggi. Pasalnya, UNPAD hanya menyediakan 2.200 kursi untuk para calon mahasiswa. Jumlah itu tak bisa ditingkatkan lagi mengingat ketersediaan fasilitas terbatas.

"Bicara mengenai daya tampung, kita bicara mengenai rasio dosen dan mahasiswa serta infrastrukturnya. Kita senang-senang saja kalau ditambah tapi kan ujung-ujungnya pada akreditasi. Jika semestinya perbandingannya 1:20 menjadi 1:30, kan jadi repot," tandasnya.

Pendaftaran SBMPTN dibuka mulai 13 Mei dan ditutup pada pukul 22.00 WIB, 7 Juni 2013. Sebanyak 64 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia menyediakan 90 ribu kursi untuk calon mahasiswa baru.

Pola seleksi berlangsung serentak dengan satu sistem terpadu. Ujian tertulisnya yaitu pada 18 hingga 19 Juni 2013. Selain ujian tertulis, program studi ilmu seni dan keolahragaan juga mempersyaratkan uji keterampilan yang digelar pada 20 dan atau 21 Juni 2013 mendatang.

Pendaftaran dilakukan secara daring atau online melalui laman http://ujian.sbmptn.or.id. Peserta yang berhak mendaftar adalah para siswa lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2011, 2012, dan 2013.

Lulusan tahun 2011 dan 2012 haruslah memiliki ijazah SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara. Sementara lulusan tahun 2013 sekurang-kurangnya telah memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto berwarna terbaru yang bersangkutan dan dibubuhi cap sekolah.

Ada tiga jenis kelompok ujian, yakni kelompok ujian sains dan teknologi (saintek), kelompok ujian sosial dan humaniora (soshum), serta kelompok ujian campuran. Masing-masing kelompok wajib untuk mengikuti ujian tertulis.

Ada yang berbeda dari pelaksanaan SNMPTN 2013. Masing-masing peserta SBMPTN berhak memilih sebanyak-banyaknya tiga program studi dari kelompok ujian yang dipilih. Bila mencantumkan tiga pilihan, para peserta wajib mencantumkan satu program studi yang berasal dari satu wilayah tempat mereka mendaftar.

Panitia membagi empat wilayah ujian peserta, yakni wilayah I, wilayah II, wilayah III, dan wilayah IV. Urutan penempatan pilihan menentukan prioritas pilihan.

"Biaya pendaftaran untuk kelompok saintek atau soshum sebesa Rp175 ribu. Untuk kelompok campuran, sebesar Rp200 ribu. Biaya untuk ujian keterampilan sebesar Rp150 ribu per uji keterampilan," kata Ketua Panitia SBMPTN 2013 Prof Akhmaloka di Jakarta beberapa waktu silam. (Dinny Mutiah)

USU akan Jaring 2.406 Maba di SBMPTN 2013

USU akan Jaring 2.406 Maba di SBMPTN 2013 -  JAKARTA - Universitas Sumatera Utara (USU) akan menerima 2.406 orang calon mahasiswa baru (maba) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013.

Dikutip dari situs resmi Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/5/2013), pendaftaran untuk jalur ini sudah dibuka sejak Senin 13 Mei.

Pembantu Rektor I USU Prof. Zulkifli Nasution mengatakan bahwa pendaftaran untuk mengikuti seleksi ini dilakukan secara online melalui laman http://ujian.sbmptn.or.id dengan tata cara calon peserta harus terlebih dahulu membayar biaya ujian melalui loket terdekat atau ATM/Internet Banking/SMS Banking pada Bank Mandiri.

Lebih lanjut, Prof. Zulkifli mengatakan bahwa sebelum pembayaran biaya ujian dilakukan, calon peserta terlebih dahulu memperhatikan lima kelompok kategori pembayaran biaya seleksi yang dapat diakses melalui laman http://sbmptn.or.id.

"Mengenai persyaratan pendaftaran untuk mengikuti SBMPTN 2013 ini adalah lulusan dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK pada 2011, 2012, dan 2013," jelasnya.

Terkait dengan Kelompok Program Studi dan Jumlah Pilihan dalam seleksi ini, mengingat Program Studi yang ada di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok Saintek (sebelumnya disebut IPA) dan kelompok Soshum (IPS).

Bagi kalian yang ingin mendaftar, dapat memilih program studi yang sesuai dengan kelompok ujian yang diikutinya yaitu kelompok ujian Saintek, Kelompok Ujian Soshum dan kelompok Campuran (sebelumnya disebut IPC). Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di alamat http://www.usu.ac.id/sbmptn.html.

Sementara itu Koordinator Bidang TIK Panitia Lokal USU Ihsan Siregar, ST., MT menyampaikan terkait dengan Pelaksanaan SBMPTN 2013 ini Panitia Lokal USU juga menyediakan layanan Help-Desk, untuk memberikan bantuan informasi seputar Pelaksanaan SBMPTN 2013. Ka Humas USU Bisru Hafi menambahkan bahwa sepanjang Senin kemarin baru 12 orang pendaftar melalui jalur online.

"Layanan help desk ini bertempat di Kantor Panlok USU/Sekretariat PUML Jl. dr. T. Mansyur No.9-B Kampus USU dengan nomor kontak layanan yang bisa diakses pada jam kerja (09.00-16.00 WIB), HP: 082160917515, 085762622815, 087867337615, 061-8218387, 061-77262269," pungkas Ihsan. (ade)

SBMPTN Sepi Peminat

Sudirman, Padek—Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 yang telah dibuka sejak 13 Mei lalu hingga 7 Juni mendatang, masih sepi pemi­nat. Ini diduga karena calon mahasiswa (cama) masih menunggu pengumuman Se­lek­si Nasional Masuk Pergu­ruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 28 Mei mendatang.

Pantauan Padang Ekspres ke­ma­rin (14/5), hanya tampak belasan calon mahasiswa yang melakukan pembayaran pendaftaran SBMPTN di Bank Mandiri Jalan Sudirman selama dua jam.


“Saya mendaftar di awal karena tinggal ini kesempatan saya lagi. Kalau tamatan 2013, masih ada SNMPTN,” kata Liza, alumni SMA Adabiah lulusan tahun 2012, kepada Padang Ekspres, kemarin.

Dia berharap bisa lulus di per­guruan tinggi negeri (PTN) ta­hun ini. “Jika tidak, pupus­lah ke­inginan kuliah di PTN,” ujarnya.

Dia menduga masih sepi­nya pendaftaran karena masih menunggu hasil SNMPTN pada 28 Mei. Jika telah dipas­ti­kan tak lulus SNMPTN, ma­ka akan beralih ke jalur SBMPTN.

Rahmi, siswi SMKN 3 Pa­dang me­nga­ku masih menunggu dulu hasil UN dan SNMPTN.

Sebelum UN, dia mendaftar jalur SNMPTN melalui sekolah. “Infor­masi­nya pengumuman UN dilakukan pada 24 Mei, setelah itu baru pengu­muman SNMPTN, 28 Mei. Jika me­mang tidak lulus SNMPTN maka baru mendaftar jalur SBMPTN,” ujarnya.

Panitia SBMPTN UNP dan Unand, Agus Irianto mengakui calon mahasiswa akan me­nung­gu hasil SNMPTN terle­bih dahulu. Kecuali tamatan tahun 2012 dan 2011, maka akan memilih SBMPTN dan jalur mandiri. “Ini telah dipre­diksi sejak awal. Apalagi, ren­tang waktu pendaftaran pun cukup panjang, paling lambat 7 Juni mendatang,” ujar Agus Irianto.

Agus mengatakan, biaya seleksi peserta SBMPTN ujian tertulis untuk kelompok ujian sains dan teknologi (Saintek) atau sosial humaniora (so­shum) Rp 175.000. Sedangkan kelompok ujian campuran Rp 200.000. Selain itu, biaya seleksi untuk ujian keteram­pilan Rp 150.000,00 per jenis ujian keterampilan. Biaya se­lek­si dibayarkan ke Bank Man­diri.

“Jika suatu daerah tidak ada kantor pelayanan Bank Mandiri, maka biaya seleksi dapat dibayarkan melalui Kan­tor Pos setempat atau ATM Bersama,” ucap Pembantu Rektor I UNP ini.

Untuk jalur SBMPTN dila­kukan dengan ujian tulisan. Bedanya, pada jalur ini siswa tamatan tahun 2011 dan 2012 masih bisa mengikuti ujian masuk PTN. Sedangkan jalur mandiri PTN, siswa hanya bisa memilih PTN yang ada di dae­rah mereka.

“Siswa yang kurang mam­pu di bidang akademik tidak perlu khawatir. Jalur SBMPTN dan Mandiri PTN memberikan kesempatan bagi siswa secara umum. Maksudnya kesem­pa­tan nilai siswa yang rendah tetap bisa diterima,” ujarnya. (ek)

Cerita Memotivasi : Mantan Buruh Pabrik Plastik Ber-IPK 3,93

Sedikit cerita untuk memotivasi diri, dialah Titik Ulfatun mahasiswa bidikmisi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang pad semester 4 ini bisa mendapatkan IPK 3,39 sangatlah bagus dan sempurna. Langsung saja menuju cerita...

Rumah bercat hijau itu terlihat asri meski berada di tengah pedesaan, dinaungi pepohonan kelapa. Dua sepeda tersandar di depan rumah. Dengan senyum, penghuninya menyambut tamu yang berkunjung. Dialah Titik Ulfatun, mahasiswa bidikmisi Universitas Negeri Yogyakarta.

Upik, begitu dia dipanggil di rumah, adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi UNY. Prestasi yang diraihnya sangat luar biasa. Mahasiswa semester 4 tersebut mengantongi indeks prestasi kumulatif 3,93 dan beberapa waktu lalu sempat dipanggil ke Jakarta oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka silaturahmi mahasiswa bidikmisi nasional. Ayahnya, Ahmad Zaenudin adalah seorang buruh tani dan ibunya, Marsiyah seorang ibu rumah tangga.

Marsiyah berkisah bahwa sejak masih duduk di sekolah dasar, Upik selalu mendapatkan ranking pertama di kelasnya. “Hanya sempat dua kali mendapat ranking 2, yaitu kelas 1 dan kelas 6 SD” katanya. Namun, anak kedua dari tiga bersaudara tersebut selalu mendapatkan ranking terbaik sejak duduk di SMP hingga menamatkan bangku SMK. Begitu pula kakak dan adiknya selalu mendapat ranking yang baik di sekolah. Ahmad Zaenudin menambahkan bahwa dia selalu berdoa agar anak-anaknya sukses. “Jika tidak ada garapan, saya mencari ikan di lahan gambut milik TNI AL dekat pantai Ketawang” katanya.

Perjuangan Upik untuk kuliah juga tidak mudah. Alumni SMKN 2 Purworejo tahun 2011 tersebut harus menunda keinginannya belajar selama setahun karena tidak diterima lewat jalur SNMPTN saat itu. “Akhirnya saya mboro ke Bekasi dan bekerja di pabrik plastik” kata Upik. Matanya berkaca-kaca saat mengenang beratnya hidup di Bekasi, di antaranya mahalnya biaya makan di sana. “Untunglah saya tidak kost karena tinggal di rumah paklik” tuturnya. Setidaknya, Upik bisa menghemat gaji yang diterimanya untuk tidak membayar kost.

Pada tahun 2012, keinginan untuk studi lanjut itu muncul kembali. Warga desa Tamansari Kecamatan Butuh Purworejo tersebut berkomunikasi lewat surat elektronik dengan guru BK di sekolahnya dan minta agar diikutsertakan dalam program bidikmisi yang diketahuinya dari website. Gayung bersambut, dan akhirnya Upik dapat mengikuti SNMPTN di SMKN 2 Bekasi. Ketika ditanya bagaimana caranya belajar padahal dia juga bekerja. “Saya beli buku kisi-kisi soal SNMPTN,” kata Upik. “Saya pelajari tipe soalnya karena SNMPTN cenderung lebih ke SMA, padahal saya dari SMK.. Perjuangannya tidak sia-sia karena dia diterima di salah satu prodi favorit Fakultas Ekonomi UNY, Pendidikan Akuntansi.

Pada saat menempuh bangku kuliah, Upik tidak tinggal diam hanya menjadi mahasiswa study oriented. Gadis kelahiran Purworejo, 2 Juli 1993 tersebut aktif di UKMF Penelitian Kristal FE UNY dan juga mengajar di Panti Asuhan Putri Islam Umbulharjo. Menurutnya, dengan ikut organisasi mahasiswa maka dia akan mendapatkan nilai tambah dan ilmu yang lebih dari sekedar kuliah. Untuk mengantisipasi padatnya kegiatan, Upik membuat jadwal harian. “Biasanya saya mengerjakan tugas pada hari Sabtu atau Minggu,” kata Upik, “namun bila tugasnya banyak maka saya akan usahakan selesai sebelum deadline.”

Menurutnya, sebagai mahasiswa bidikmisi yang telah dibiayai oleh negara maka dia juga harus memberikan yang terbaik untuk negara. “Apa yang bisa saya berikan untuk negara? Saya hanya punya ini, hasil capaian belajar. Saya ingin membuat orang tua bangga. Mahasiswa bidikmisi harus berkarya bagi orang lain,” tutup gadis yang indeks prestasi tiap semesternya tidak pernah kurang dari 3,90. Luar biasa!

Asyik, Belum Terima Ijazah Bisa Ikut SBMPTN

JAKARTA - Lulusan kelompok belajar Paket C setara SMA dapat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Walaupun belum menerima ijazah, lulusan Paket C dapat menggunakan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) untuk mendaftar," ujar Ketua Umum Panitia Pelaksana SBMPTN Akhmaloka, seperti dikutip dari situs resmi Kemendikbud, Selasa (14/5/2013).

Menurut Akhmaloka, SBMPTN tahun ini diikuti sekira 600 ribu peserta, untuk memperebutkan sekira 90 ribu kursi di 62 PTN. "Total PTN yang ikut SBMPTN sebanyak 62 PTN, termasuk tujuh PTN Agama Islam," ungkapnya.


Pendaftaran SBMPTN berlangsung pada 13 Mei-7 Juni 2013 yang dilakukan secara online di laman http://ujian.sbmptn.or.id. Peserta yang mendaftar pada SBMPTN, menurut Rektor ITB tersebut, harus memenuhi persyaratan, yakni lulusan SLTA sederajat 2011, 2012, dan 2013, memiliki surat keterangan hasil UN khusus lulusan 2013 yang belum menerima ijazah, dan memiliki kesehatan yang memadai.

Nantinya, ujian tertulis akan diselenggarakan pada 18-19 Juni 2013. "Khusus bagi peserta yang memilih program studi kesenian dan keolahragaan, akan dilakukan uji keterampilan, yang dilaksanakan pada 20 dan atau 21 Juni 2013," imbuhnya.

Adapun hasil SBMPTN akan diumumkan pada 2 Juli 2013. Ada tiga kelompok ujian dalam SBMPTN tahun ini, yakni kelompok ujian sain dan teknologi (saintek), kelompok ujian sosial dan humaniora (soshum), dan kelompok ujian campuran.

"Untuk peserta yang memilih program saintek, maksimum dapat memilih tiga pilihan program studi saintek, dengan satu pilihan boleh memilih program studi di wilayah manapun. Sedangkan untuk program soshum juga dapat memilih maksimum tiga pilihan semuanya di soshum, dengan dua pilihan atau lebih, salah satunya harus dari PTN dalam satu wilayah dengan tempat mengikuti ujian," jelasnya.

Sementara itu, untuk campuran, peserta dapat memilih maksimum tiga pilihan, dengan dua program saintek dan satu soshum atau sebaliknya, dua soshum dan satu saintek. (ade)

Antre Pendaftaran SBMPTN

MAKASSAR -- Model Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) menunjukkan hasil yang lebih baik dari sistem sebelumnya. Setidaknya, calon mahasiswa tidak perlu lagi berdesak-desakan saat melakukan pendaftaran. Tapi, buktinya, proses pendaftaran SBMPTN di Unhas dan UNM, Sulawesi Selatan hingga hari kedua Selasa (14/5) masih terlihat antre di bank mitra kampus tersebut.
      
Hanya saja, antrean masih berjalan tertib. Ini karena proses pendaftaran dengan terlebih dahulu mengambil Personal Identifikasi Number (PIN) untuk login pendaftaran secara online bisa dilakukan di autlet Bank Mandiri manapun. Hal ini membuat peserta tidak terkonsentrasi pada satu tempat saja. Melainkan bisa memilih tempat lain yang dianggap paling dekat dengan tempat tinggalnya.
      
Kepala Bagian Humas Unhas, Iqbal Sultan mengatakan model ini memang diterapkan untuk menjawab tuntutan dunia pendidikan dalam hal seleksi masuk. Selain itu, kata dia, akan mengubah kondisi yang selama ini sering terjadi penumpukan peserta menjadi lebih terakomodasi. Apalagi, dengan bekerja sama dengan perbankan, maka pekerjaan dalam penerimaan mahasiswa menjadi lebih ringan karena peserta tinggal berhubungan dengan bank.
      
"Iya syukurlah, model itu memang tidak membuat antrean mahasiswa. Sekarang ini pantauan di Bank Mandiri Unhas juga tidak terlihat calon mahasiswa berdesak-desakan. Sejauh ini terlihat normal saja. Pengaturan juga pihak Bank Mandiri baik sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," ucapnya.
      
Dia menambahkan jalur SBMPTN ini akan memperebutkan 30 persen kuota mahasiswa baru dari 5000 mahasiswa yang akan diterima Unhas tahun ini. Sebanyak 50 persen, kata Iqbal, sudah diisi jalur undangan, dan 20 persen disiapkan untuk jalur non subsidi. Dengan demikian, memang persaingannya ketat melalui jalur tertulis ini. Namun demikian, hasil yang didapatkan dari seleksi tersebut juga diharapkan berkualitas.
     
"Kalau berapa yang mendaftar sampai hari kedua, kami belum dapat angka pastinya. Mungkin setelah berjalan lima hari pendaftaran baru dapat diketahui. Sekarang kan masih berjalan pendaftarannya. Tapi di bagian akademik mungkin sudah mulai dihitung. Hanya kalau kami belum ada yang bisa diinformasikan terkait progres pendaftar," tambahnya.

Hal sama terjadi di UNM Jl AP Pettarani. Pendaftaran yang dibuka sejak Senin 13 Mei lalu itu, juga tampak terjadi antrean memadati pintu utama Bank Mandiri unit UNM.

Kendati pendaftaran SBMPTN sudah dilakukan secara online, masih ada saja calon pendaftar yang berdesak-desakan yang ingin memperoleh  bukti pembayaran (resi) yang berisi nomor identitas dan PIN SBMPTN yang akan dipergunakan saat pendaftaran on-line, padahal proses pembayaran bisa dilakukan di Bank Mandiri seluruh Indonesia.

Seorang calon pendaftar, Anugrah, 18, mengeluhkan panjangnya antrean di loket pembayaran. "Antreannya panjang sekali, jadi harus desak-desakan," ungkapnya.

Saat ditanya mengapa tidak mendaftar di daerahnya saja. Siswi SMAN 1 Pinrang itu mengatakan kalau di daerah dia mengaku belum terlalu paham dengan sistem pendaftaran online.

"Kalau di sini (UNM) prosesnya cepat dan mudah karena ada yang bantu proses pengisian formulir online saat pendaftaran, kalau dilakukan sendiri takutnya salah," kata Anugrah.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar, Prof Sofyan Salam, PhD, yang ditemui di ruangannya mengatakan, seleksi SBMPTN ini merupakan seleksi tes tertulis bagi calon mahasiswa yang lulus dari tahun 2011, 2012, dan 2013. Kuota untuk jalur SNMPTN 50 persen, SBMPTN 30 persen, dan selebihnya untuk jalur mandiri," ungkapnya.

Sofyan Salam menambahkan, meski pendaftaran dilakukan secara online, pihaknya tetap menyiapkan relawan yang membantu calon pendaftar, karena pengalaman tahun sebelumnya beberapa calon pendaftar masih belum paham dengan sistem online.

Untuk tahun ini UNM menyiapkan kuota kursi untuk jalur SBMPTN sebanyak 5 ribu kursi, untuk jalur bidikmisi mendapatkan perlakuan khusus karena semua biaya  ditanggung pemerintah dan diberikan uang saku Rp650 ribu per bulan. (fajar)