Saturday, July 19, 2014

Mematuhi Aturan yang Berlaku

Dalam Surah al-Muja - dilah [58] ayat 11 juga ditegaskan, Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, . . . .
Kita dilarang melanggar peraturan yang telah disepakati dengan alasan-alasan tertentu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ketika para sahabat diperintah untuk menghormati para ahli Badar karena derajat keistimewaan tertentu kepada mereka, para sahabat pun patuh pada peraturan tersebut.

Dalam menjalin hubungan kerja dengan orang lain hendaknya kita mematuhi aturan yang berlaku. Melanggar aturan yang telah disepakati bersama akan merugikan orang lain dan diri sendiri. Misalnya target kerja tidak tercapai, hubungan komunikasi kurang harmonis, dan terjadi perselisihan yang tidak diinginkan.


Dalam ajaran Islam bekerja bukan hanya sebagai sarana untuk mencari rezeki, tetapi juga jalan mendapatkan rida dari Allah Swt. Dengan cara bekerja seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga ia tetap dapat mengerjakan ibadah kepada Allah Swt. Dengan demikian, bekerja harus dilakukan dengan cara yang benar. Kita tidak boleh bekerja dengan cara yang melanggar aturan syariat sehingga akan merugikan kehidupan kita sendiri di akhirat kelak.

[ Selengkapnya tentang Etos Kerja ]

Kandungan Surah Al-Mujadilah [58] Ayat 11


Dalam Bekerja Hendaknya Membuat Perencanaan Tertentu
Memberikan Kesempatan kepada Orang Lain
Mematuhi Aturan yang Berlaku
Bekerja dengan Berbekal Iman dan Ilmu

Setiap muslim harus memiliki semangat kerja yang tinggi

Dalam bekerja kita harus memiliki perencanaan dan target-target tertentu.

Ar-Razi memberikan penjelasan yang menarik tentang turunnya ayat ini. Ar-Razi menjelaskan dua hal tentang ayat ini. Pertama, jika kita disuruh berdiri untuk memberikan kesempatan kepada orang lain yang lebih patut untuk menduduki, segeralah untuk memberikannya. Kedua, jika disuruh berdiri karena memang telah lama duduk, sebaiknya memberikan kesempatan kepada orang lain agar mereka juga dapat merasakan yang sama.

Kandungan Surah Al-Mujadilah [58] Ayat 11
Asbabun nuzul ayat ini menurut para ahli tafsir adalah berkaitan dengan sikap melapangkan dalam bermajelis. Ibnu ‘Abbas memberi penjelasan tentang sebab turunnya ayat ini. Menurutnya, turunnya ayat ini bertepatan ketika Rasulullah saw. dan para sahabat sedang berada dalam majelis kemudian datang Sabit bin Qais. Oleh karena pendengaran Sabit sudah agak terganggu, ia memilih masuk dalam majelis dan mendekati Rasulullah saw. Di antara para sahabat ada yang secara sukarela memberikan kesempatan, tetapi ada juga yang menolak.


Berdasarkan keterangan para ahli di atas, seluruhnya menjelaskan tentang tata cara bermajelis, yaitu dengan memberikan tempat kepada orang lain. Akan tetapi, ayat ini secara luas juga mengandung pesan yang dapat dipetik tentang tata cara bekerja, sebagai sarana penting dalam menjalani hidup di dunia ini.
a. Dalam Bekerja Hendaknya Membuat Perencanaan Tertentu
b. Memberikan Kesempatan kepada Orang Lain
c. Mematuhi Aturan yang Berlaku
d. Bekerja dengan Berbekal Iman dan Ilmu

Etos Kerja
Dalam ayat-ayat Al-Qur’an banyak ditemukan penjelasan tentang pentingnya bekerja. Akan tetapi, jika kita menyimak dalam masyarakat, jumlah pengangguran ternyata masih banyak. Coba bisakah kita menunjukkan solusi yang ditawarkan agar jumlah pengangguran di negeri kita berkurang. Perlukah membangkitkan semangat wirausaha bagi mereka agar tidak bergantung kepada orang lain?


1. Asbabun nuzul Surah al-Muja - dilah [58] Ayat 11 menurut para ahli tafsir berkaitan dengan sikap melapangkan dalam bermajelis.
2. Menurut pendapat Ar-Razi, Surah al-Muja-dilah [58] Ayat 11 menjelaskan dua hal sebagai berikut.
a. Jika kita disuruh berdiri untuk memberikan kesempatan kepada orang lain yang lebih patut untuk menduduki, hendaknya segera memberikannya.
b. Jika kita disuruh berdiri karena memang telah lama duduk, sebaiknya memberikan kesempatan kepada orang lain agar mereka juga dapat merasakan yang sama.
3. Dalam bekerja kita dianjurkan untuk membuat perencanaan tertentu.
4. Dalam hal muammalah kita hendaknya mau memberikan kesempatan kepada orang lain.
5. Bekerja harus dilakukan dengan mematuhi aturan yang berlaku.
6. Seseorang dapat bekerja dengan baik jika memiliki bekal iman dan ilmu.

Isi Kandungan Surah Al-Kafirun [109] Ayat 1–6

Allah Swt. dan rasul-Nya menganjurkan umat Islam bertoleransi dalam bidang ef="http://pondok.omasae.com/" target="_blank">muamalah, yaitu hal-hal yang
menyangkut kemanusiaan dan tolong-menolong. Misalnya bersama-sama membangun jemb
atan, menengok ketika ada yang jatuh sakit, bergotong royong membangun rumah, me
nolong pemeluk agama lain yang tertimpa musibah, dan kegiatan masyarakat lainnya
.

. Mode OK Rek&n
bsp;| 
.tyle="list-style: none; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align
: baseline;" /> Ok Rek
 | .Testimoni | ="." src="http://data.duwur.com/Produk.gif" style="list-style: none; margin: 0px
; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;" />Standar Ukuran
pan style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, Arial,
Sans-erif; font-size: 12px; text-align: center;"> | g alt="." src="http://data.duwur.com/gamismodern.gif" style="list-style: none; m
argin: 0px; outline: none; padding: 0px; vertical-align: baseline;" /> Rese
ller
 |


Hal ini dicontohkan Rasulullah yang menghormati jenazah Yahudi yang lewat
dihadapannya. Namun, dalam bertoleransi kita tidak boleh mencampuradukkan masala
h akidah. Akidah merupakan bagian esensial atau inti dari suatu agama. Agar tida
k terjadi kebiasaan mencampuraduk akidah Allah menurunkan Surah al-Kafirun [109]
sebagai pedoman dalam bertoleransi tersebut.

Orang-orang kafir mengutus beberapa utusan untuk berdialog dan berkom
promi dengan Nabi Muhammad saw. Dialog ini dimaksudkan untuk menjatuhkan Nabi Mu
hammad dan agar kaum muslimin kembali pada ajaran nenek moyang atau menyembah be
rhala. Dalam dialog ini kaum kafir mengusulkan kepada Rasulullah saw. untuk berk
ompromi dengan cara berganti-ganti praktik ibadah. Selama satu tahun kaum kafir
akan mengikuti Rasulullah> menyembah Allah Swt. Pada tahun berikutnya Rasulullah dan umat Islam yang meng
ikuti kaum kafir menyembah berhala. Allah Swt. menurunkan Surah al-Kafirun [109]
ayat 1–6 untuk menjawab kompromi yang diajukan oleh orang-orang kafir. Surah al
-Kafirun [109] merupakan penegasan larangan mencampuradukkan akidah dan keimanan
Islam dengan ajaran agama lain.

Kemurnian akidah Islam harus dijaga.
Inilah kandungan pertama Surah al-Kafirun [109], yaitu ikrar kemurnian tauhid.
Tidak ada yang dapat menyamai kebenaran akidah Islam. Oleh karena itu, Allah Swt
. melarang hamba-Nya mencampuradukkan akidah dan keimanan yang ia anut dengan ke
yakinan umat lain. Kandungan kedua Surah al-Ka-firu-n [109] adalah ikrar penolak
an terhadap semua bentuk praktik peribadatan kepada selain Allah Swt. yang dilak
ukan oleh orang-orang kafir. Islam menganjurkan umatnya bertoleransi. Akan tetap
i, jika sudah menyangkut masalah akidah, keimanan, dan ibadah Islam tidak lagi m
engenal toleransi. (Hamka. 2004. Halaman 288–289)

Keragaman dan perbe
daan keyakinan merupakan realita yang tidak dapat ditolak. Keragaman dan perbeda
an secara realita akan tetap ada hingga akhir dunia. Perhatikan firman Allah Swt
. berikut.

Artinya: Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadi
kan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.
(<
b>Q.S. Hud [11]: 118)


Ayat keenam Surah al-Kafirun [109] menegaskan bahwa bagimu ag
amamu dan bagiku agamaku. Ayat ini menyatakan ikrar dan ketegasan sikap setiap m
uslim terhadap orang kafir. Islam tidak mengenal toleransi atau kompromi dalam b
idang akidah dan ibadah. Islam melarang pencampuradukan akidah Islam dengan agam
a lain. Tauhid tidak dapat dicampuradukkan dengan syirik.

"text-align: justify;">Secara umum Surah al-Kafirun [109] mengandung makna toler
ansi terhadap agama lain dan kepercayaannya. Toleransi ini berarti pengakuan ten
tang adanya realita perbedaan agama dan keyakinan, bukan pengakuan pembenaran te
rhadap agama dan keyakinan selain Islam. Islam adalah agama yang benar dan tidak
ada yang dapat menyamai syariat Islam. Surah al-Kafirun [109] merupakan pedoman
bagi umat Islam dalam bersikap menghadapi perbedaan yang ada. Selain itu, Surah
al-Kafirun [109] ayat 1–6 juga merupakan pedoman dalam meletakkan hubungan sosi
al. Perbedaan agama dan keyakinan tidak menutup jalan untuk tolong-menolong. Per
bedaan agama dan keyakinan tidak menjadi alasan untuk bermusuhan.
e="text-align: justify;">
Dendam da
n permusuhan antargolongan tidak bermanfaat. Dendam dan permusuhan hanya mendata
ngkan kesengsaraan dan kerugian. Ketenangan dan kedamaian sirna oleh dendam dan
permusuhan. Perbedaan dan keragaman harus disikapi dengan bijaksana. Kita tidak
mengganggu penganut agama lain dan tidak mau diganggu oleh penganut agama lain.
Meskipun dianjurkan bertoleransi, kita harus tetap memiliki keyakinan penuh pada
keimanan dan agama yang kita anut. Hanya Islam agama yang diridai Allah Swt. Ja
ngan sampai sikap toleransi yang kita tunjukkan melunturkan keyakinan terhadap a
gama sendiri.

Kesimpulan yang dapat diambil dari Surah al-Kafirun [10
9] sebagai berikut.
a.
Islam
mengakui terhadap realita keberadaan agama dan keyakinan lain.
b.
Islam mengizinkan umatnya berinteraksi dengan umat nonmuslim dalam bidang muama
lah.
c. Islam /2016ang toleransi dalam bidang akidah dan ibadah.
d. Is
lam secara tegas menolak segala bentuk kemusyrikan, ritual ibadah, atau hukum ya
ng terdapat dalam agama lain.

Ayat Toleransi
ef="http://www.suaragresik.com/2016/07/kebebasan-beragama-dalam-piagam-madinah.h
tml" target="_blank">Kebebasan Beragama dalam Piagam Madinah

tyle="text-align: center;">Surah Al-Kafirun
s="blogger-post-footer">

Sunday, July 13, 2014

Hasil SBMPTN dan Cara Melihat Pengumuman SBMPTN 2015

Oke sobat, kali ini admin akan mau berbagi info dan cara melihat pengumuman hasil ujian SBMPTN 2014 yang sedang kalian ikuti dan kalian nanti-nati hasilnya selama ini. Dari ujian tanggal 17 juni 2014 kemarin yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Dan hasilnya akan kaian ketahui kurang dari 1 minggu lagi, yaitu pada tanggal 16 Juli 2014 di bulan ini.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah seleksi Nasional yang mengujikan beberapa kemampuan akademik dan pengetahuan. Sesi pertama, peserta akan melalui Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek), kemudian akan dilanjutkan dengan Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA), dan diakhiri dengan Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum). 


Sementara itu, Ujian Keterampilan dilakukan pada tanggal 18 dan/atau 19 Juni 2014. Tempat ujian dilaksanakan di PTN penyelenggara Ujian Keterampilan sesuai dengan yang tercantum pada Kartu Tanda Bukti Pendaftaran SBMPTN 2014.

Dan sekarang adalah waktunya kita untuk melihat hasil yang kita nanyi-nantikan selama kurang lebih 2 bulan ini. Untuk melihat pengumumannya akan dilakukan seperti langkah berikut.
  1. Buka link berikut pada tanggal 16 Juli 2014: Laman Resmi SBMPTN 2014.
  2. Masukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir kalian (tanggal, bulan, tahun).
  3. Klik lihat hasil.
  4. Lalu jika kalian lolos akan disediakan link menuju website PTN yang sobat pilih untuk registrasi ulang di masing-masing PTN.

Selamat untuk yang lolos SBMPTN 2014 ini, dan perlu diperhatikan bagi yang tidak lolos SBMPTN 2014 ini, meskipun kalian belum lolos tentunya masih banyak jalur yang dapat kalian tempuh untuk masuk ke PTN impian kalian, jika tidak ingin memberatkan orang tua kalian bisa mencari rezeki sendiri dan mencari beasiswa juga tergantung seberapa kreatif kalian. Atau bisa juga mengikuti Ujian Mandiri yang diselenggarakan setelah Pengumuman SBMPTN 2014 tahun ini. Jadi nggak perlu khawatir bagi yang belum lolos untuk masuk PTN favorit, masih banyak jalur lain atau bisa mengikuti SBMPTN tahun selanjutnya. 

Oke demikian informasi yang admin berikan, semoga info cara melihat pengumuman hasil ujian SBMPTN 2014 ini bermanfaat untuk kalian, pengumuman SBMPTN kurang 1 minggu lagi, semangat untuk memantaunya.