Friday, March 27, 2015

Jenis Pintu dan Jendela

Pintu dan jendela biasanya dikelompokkan sesuai dengan bagaimana bukaannya, hal ini juga sangat erat hubungannya dengan jenis perangkat alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai untuk melekatkan daun pintu/jendela pada rangkanya.

1. Jenis Pintu
Dilihat dari cara membukanya daun pintu, pintu dibedakan menjadi:
a. Pintu sorong (slide a door) yang membukanya didorong horisontal ke kiri/kanan atau vertikal ke sisi atas, daun-daun pintu ini ditempatkan pada belakang rangka atau pada alat/rel, bagian jendela dapat dibuka penuh.


b. Pintu lipat, yang membukanya dengan cara didorong dan melipat di kanan/kiri, daun-daun pintu diletakan/digantung pada alat/rel, bagian pintu dapat dibuka ± 90%.


c. Pintu Gulung (roll a door), yang membukanya dengan cara digulung di atas, daun-daun pintu digulung pada alat, bagian pintu dapat dibuka penuh.



d. Pintu sayap tunggal/ganda, daun pintu digatung pada sisi dalam/luar rangka dengan alat/engsel. Pintu ini dibedakan menjadi pintu kiri/pintu kanan. Untuk mengetahui perbedaan ini dengan cara pada saat kita berdiri dan punggung menempel pada alat penggantung, apabila bukaan daun pintu sesuai dengan gerakan membuka tangan kiri maka pintu tersebut adalah pintu kiri demikian juga untuk pintu kanan.
Bagian pintu dapat dibuka penuh.


Jenis Jendela
Persyaratan dan Fungsi PINTU dan JENDELA

Selengkapnya tentang PINTU dan JENDELA

Wednesday, March 25, 2015

Belajar Bahan Bangunan di Teknik Sipil

Belajar mengkomunikasikan dan membuat gambar secara grafis dan mengkomunikasikan melalui norma dan standarisasi gambar teknik. Belajar memahami dan mengenal dasar-dasar ilmu bahan/material yang digunakan pada sistem membangun.

Pelajaran Gambar Teknik berisi tentang teori grafis dan aplikasinya ke dalam standar tulisan huruf dan angka, macam-macam garis, skala, botasi, symbol, proyeksi orthografi denah, tampak, potongan, konstruksi bayangan, situasi, tapak, penampang kontur, dan segi banyak melalui konstruksi sudut.
Ilmu Bahan Bangunan berisi pengetahuan tentang bahan dan teknologi material bangunan yang meliputi bahan dasar diantaranya, pasir, krikil, batu, bata, porland cemen, batako, kayu, besi/baja, alumunium, dan kaca. Selain bahan dasar diberikan pengetahuan tentang bahan rekayasa bangunan yang terdiri dari bahan rekayasa bangunan bawah yaitu semen clean set, geotekstil, sedangkan bahan rekayasa bangunan atas meliputi lantai, kusen pintu jendela, langit-langit/ceilling dan penutup.

Pengertian  dan ruang lingkup Ilmu Bahan Bangunan
Macam-macam bahan Agregat kasar (pasir, krikil, portland  cement)
Bahan pengisi; batu, bata, batako.
Kayu sebagai bahan bangunan
Bahan Besi/Baja sebagai komponen utama struktur bangunan
Bahan alumunium dan kaca
Clean Set Cement sebagai bahan rekayasa bangunan bawah
Geotekstil sebagai bahan rekayasa bangunan bawah
Lantai keramik, granit, marmer, sebagai bahan rekayasa bangunan
Kusen kayu, kusen alumunium sebagai bahan rekayasa bangunan
Asbes, Gypsum, Triplek, multiplek, sebagai bahan rekayasa langit¬langit (ceiling),

Daftar Buku / Buku Utama / Referensi :
-    Hart F, Henn W, and Sontag R Multi Storey Building In Steel. Granada Publishing. London.
-    Anonim. Persyaratan Umum Beton Bertulang di Indonesia (PUBI-1982) Pusat Penelitian dan  Pengembangan Pemukiman. Badan Penelitian dan Pengembangan PU, Bandung


Belajar MANAJEMEN KONSTRUKSI di Teknik Sipil

Friday, March 20, 2015

Download Contoh Peraturan Akademik Sekolah

Download Contoh Peraturan Akademik Sekolah-Setiap sekolah memiliki peraturan yang berbeda dengan sekolah lainnya walaupun intinya sama yakni agar warga sekolah dapat mematuhinya sehingga visi dan misi sekolah dapat tercapai.  Berikut salah satu contoh Peraturan Akademik Sekolah :

Contoh Peraturan Akademik Sekolah


BAB I
Kehadiran Peserta didik
Pasal 1
1. Setiap peserta didik wajib hadir dan mengikuti pembelajaran sesuai dengan jadual pelajaran yang telah ditetapkan.
2. Setiap peserta didik wajib hadir 15 (lima belas) menit sebelum pemebelajaran dimulai.
3. Apabila berhalangan hadir, peserta didik wajib memberitahukan alasan kehadiran kepada fihak madarasah.
4.   Peserta didik yang berhalangan hadir dikarenakan sakit lebih dari 2 (dua) hari, harus menggunakan surat keterangan dokter.
5. Peserta didik yang berhalangan hadir tanpa keterangan, dalam buku absensi peserta didik akan diberi kode A (alpa), dan apabila ketidakhadirnya lebih dari 50 % peserta didik tersebut tidak bolah mengikuti pembelajaran dan mengarjakan tugas-tigas dari guru.
BAB II
Penilaian dan Ulangan
Pasal 2
Setiap peserta didik wajib mengikuti proses penilaian dan ulangan yang diselenggarakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.



Pasal 3
Ulangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 (dua), khususnya yang diselenggarakan oleh pendidik meliputi:
(1)   Ulangan Harian
(2)   Ulangan Tengah Semester
(3)   Ulangan Akhir Semester
(4)   Ulangan Kekanaikan Kelas
Pasal 4
Ulangan Harian sebagaimana tersebut dalam pasal 2 ayat 1, adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
.
Pasal 5

Ulangan Tengah Semester sebagaimana tersebut dalam pasal 2 ayat 2, adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

Pasal 6
Ulangan Akhir Semester sebagaimana tersebut dalam pasal 2 ayat 3, adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.

Pasal 7
Ulangan Kenaikan Kelas  sebagaimana tersebut dalam pasal 2 ayat 4, adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan ndica paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh ndicator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.


BAB III
Remidial
Pasal 8
1.         Peserta didik yang mengikuti ulangan harian sebagaimana tersebut dalam pasal 4 (emapt), yang mendapatkan nilai dibawah Kreterian Ketuntasan Minimal (KKM) berhak mendapatkan remidial sampai mendapatkan nilai minimal KKM.


2.         Bentuk dan jenis kegiatan remidial dierncanakan dan dilaksanakan oleh guru kelas, dan guru mapel.
BAB IV
UJIAN
Pasal 9
Penilaian dan ulangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 (dua), khususnya yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan adalah Ujian Madarasah bagi peserta didik yang telah duduk di kelas VI (enam) dan telah memenuhi persyaratan mengikutin ujian

Pasal 10
Petunjuk dan teknis pelaksanaan penilaian dan ulangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 (sembilan) tertuang dalam Prosedur Operasional Strandar (POS) Ujian Sekolah SUKASUKSES yang diputuskan melalui rapat dewan pendidik dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah.


Pasal 11
Penilaian dan ulangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 (dua), khususnya yang diselenggarakan oleh pemerintah meliputi:
(1)   Tes Kemampuan Dasar, diikuti oleh kelas III
(2)   Ujian Sekolah kelas VI

Pasal 12
Penilaian dan ulangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat 1, naskah soal dan kunci jawaban diterbitkan oleh Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten ...

Pasal 13
Petunjuk dan teknis pelaksanaan penilaian dan ulangan sebagaimana dimaksud  dalam pasal 11 ayat 2 dan 3, tertuang dalam Prosedur Operasional Strandar (POS) Ujian Nasional yang diterbitkan oleh Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP).

BAB V
Kenaikan Kelas
Pasal 14
1.         Kenaikan kelas dilaksanakan setiap akhir tahun pelajaran.
2.         Kriteria Kenaikan Kelas diatur sebagai berikut:
a.         Menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di setiap kelas.
b.         Nilai yang di bawah Standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tidak lebih dari 25 %.
c.         Rata-rata nilai kepribadian BAIK

BAB VI
Kelulusan
Pasal 15
1.      Peserta didik dinyatakan lulus dari Sekolah setelah:
a.    menyelesaikan seluruh program pembelajaran
b.    memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewrganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan
c.    lulus ujian sekolah, sesuai dengan SKL yang ditentukan
2.         Nilai baik sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 item b, adalah nilai afektif dari kelompok mapel tersebut dan penilainya melalui pengamatan.
3.   Standar Kelulusan (SKL) sebagaimana dimaksud ayat 1 item c, akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah setelah melalui keputusan rapat dewan pendidikan.

BAB VII
Penggunaan Fasilitas Belajar
Pasal 16
1.         Setiap peserta didik, berhak mendapatkan pelayanan yang sama dalam hal penggunaan fasilitas belajar yang dimiliki oleh Sekolah.
2.         Fasilitas belajar yang sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 adalah
a.         Perpustakaan
b.         Buku Pelajaran
c.         Buku Referensi
d.        Buku Perpustakaan
3.         Peserta didik yang menggunakan fasilitas belajar sebagaimana dimaksud ayat 2, berkewajiban menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban.
4.         Peserta didik yang menggunakan fasilitas belajar sebagaimana dimaksud ayat 2 item a, b, dan c dan dibawa pulang, berkewajiban menggunakan kartu anggota perpustaaan serta mengisi buku pinjaman.
5.         Ketentuan lebih lanjut tentang penggunaan fasilitas belajar sebagaimana dimaksud ayat 2, diatur dalam tata tertib perpustakaan.

BAB VIII
Layanan Konsultasi
Pasal 17
1.         Setiap peserta didik berhak mendapatkan layanan konsultasi dari guru kelas dan guru mapel.
2.         Layanan konsultasi sebagaimana dimaksud ayat 1 meliputi bidang:
a.         Akademik
b.         Bimbingan dan Konseling
3.         Lanyanan konsultasi sebagaimana dimaksud ayat 1 dapat dilaksanakan oleh peserta didik maupun orangtua/wali peserta didik
4.         layanan konsultasi Bimbingan dan konseling sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 item b, meliputi:
a.         Bimbingan belajar
b.         Bimbingan pribadi
c.         Bimbingan sosial, dan
d.        Bimbingan karir.
5.         Catatan hasil layanan konsultasi sebagaimana dimaksud ayat 1 dapat dituangkan dalam buku penghubung.

BAB IX
Ketentuan lain
Pasal 18
1.    Agar peraturan ini dapat diketahui oleh warga Sekolah maka secara berangsur-angsur akan disosialisasikan.
2.    Biaya yang timbul akibat keputusan ini dibebankan pada anggaran Sekolah.


3.    Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan akan ditijau kembali apabila ada kekeliruan.

Ditetapkan di
Tanggal
:
:
SUKASUKSES
...

Kepala Sekolah



Sukses, S.Pd.
NIP ……………



Filenya dapat didownload di sini, silahkan Download Contoh Peraturan Akademik Sekolah

Download Contoh Laporan dan Program Kerja Tahunan Sekolah

Download Contoh Laporan dan Program Kerja Tahunan Sekolah-Di bawah ini adalah contoh Laporan Program Kerja Tahunan dan contoh Program Kerja Tahunan, mungkin Anda berminat untuk download sebagai persiapan pelaporan/pembuatan program kerja tahunan.

Download Contoh Laporan dan Program Kerja Tahunan Sekolah

PROGRAM KERJA

A. PROGAM UMUM
Program kerja  tahun pelajaran 20.. / 20.. berpedoman pada Permendiknäs No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas lainnya.
Secara garis besar program kerja disajikan, sebagai berikut :
1.      Penyiapan semua perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja (Kegiatan lokakarya dan work shop)
2.      Bidang kesiswaan:
a.       PSB /PPDB                                                                
b.      Layanan Konseling                                        
c.       Ekstrakurikuler                                               
d.      Pembentukan dan Pembinaan tim khusus      
e.       Penyerahan kembali siswa kelas 6
f.       Pembinaan infaq
g.      Berbagai jenis perlombaan
h.      Pramuka
i.        UKS
j.        Widya Wisata
3.      Bidang Pengembangan KTSP, pembelajaran dan penilaian
a.       Workshop KTSP dan CTL
b.      Evaluasi belajar
c.       Pengayaan Materi Mapelnas
d.      Remidi dan pengayaan
e.       Pagelaran/pameran
4.      Penyusunan kalender akademik tahun 20../ 20..
5.      Penyusunan, penataan dan pembangunan struktur organisasi sekolah dan mekanisme kerja
a.       Penyusunan tupoksi
b.      Pembuatan papan struktur organisasi
6.      Bidang pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan
a.       Pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan
b.      Penambahan tenaga pendidik dan kependidikan sesuai kebutuhan
7.      Pengembangan dan pemenuhan sarana dan prasarana minimal
a.       Pengadaan Komputer
b.      Pengadaan Ruang Pusat Sumber Belajar
c.       Pengadaan sarana setiap ruang kelas/ lain sesuai kebutuhan
8.      Pengembangan dan pemenuhan sarana dan prasarana Iainnya
a.       Pengembangan 7 K
b.      Pembuatan identitas SDSN
c.       Pengadaan TV untuk pembelajaran
d.      Penambahan sarana prasarana olahraga
e.       Penambahan daya listrik
f.       Pengadaan ATK dan benda pos serta bahan habis pakai
g.      Perawatan / pemeliharaan sarana  prasarana sekolah
9.      Pengembangan dan pemenuhan fasilitas pembelajaran dan penilaian lainnya
a.       Pengadaan CD blank dan softwere
b.      Pengadaan bahan / alat pembelajaran
c.       Penyusunan bahan ajar dan perangkat penilalan
10.  Pengembangan dan pemenuhan keuangan dan pembiayaan
a.       Menyusun RAPBS
b.      Rapat-rapat
c.       Pembuatan proposal kegiatan
11.  Pengembangan budaya dan lingkungan sekolah
a.       Pembuatan informasi untuk public
b.      Sosialisasi tatib sekolah
c.       Sosialisasi kode etik sekolah
d.      Penegakan b dan c
12.  Pengembangan peranserta masyarakat dan kemitraan
a.       Kerjasama dengan alumni
b.      Mengadakan kerjasama dengan DU/DI dan instansi terkait, lembaga lainnya
c.       Mengadakan kerjasama dengan SD/MI, SMP, dan SMA/SMK
13.  Pengembangan sistem informasi manajemen sekolah
a.       Pelatihan soft wera PAS SMP
b.      Pengolahan informasi :
14.  Pengembangan pengawasan dan monitoring
a.       Menyusun program pengawasan pengelolaan sekolah
b.      Sosialisasi dan pelaksanaan pengawasan
c.       Supervisi dan monitoring KBM dan non KBM
d.      Rakor SDSN
e.       Pemantauan oleb komite sekolah dan pihak terkait
f.       Pelaporan dan tindak lanjut

  1. UPAYA PENINGKATAN MUTU SEKOLAH
Sejak tahun pelajaran 20../20.. SDN 1 Sukses Sejati ditetapkan oleh pemerintah sebagai sekolah dasar standar nasional. Untuk itu sekolah berupaya meningkatkan mutu dengan prioritas :
a.       Mengembangkan manajemen berbasis sekolah
b.      Prosentasi program akademis 80% dan ekstra kurikuler 20%
c.       Target kurikulum terselesaikan 100% untuk semua mapel dan semua tingkat
d.      Target kenaikan kelas dan kelulusan 100% berkualitas baik
e.       Terpenuhinya sarana prasarana dan biaya

  1. PENGEMBANGAN SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN
a.       Melaksanakan kegiatan kebersihan terjadwal
b.      Melaksanakan kegiatan tahlil terjadwal
c.       Melaksanakan kegiatan senam terjadwal
d.      Melaksanakan kegiatan jalan sehat terjadwal
e.       Membudayakan hijau lingkungan
f.       Melaksanakan pendidikan budi pekerti luhur melekat pada setiap mata pelajaran dan ekstrakurikuler

  1. PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN SARANA PRASARAN
a.       Rehabulitasi Perluasan Pusat Sumber Belajar (Sumber Bantuan Provinsi)
b.      Pengadaan Buku refernsi, KIT, dan Multi media (Sumber bantuan Provinsi)
c.       Pengadaan Komputer Siswa (Sumber Dana Komite)

  1. RENCANA ANGGARAN DAN PENDAPATAN SEKOLAH TAHUN 20.. / 20..
Untuk membiayai program-program tersebut sebagian besar ditopang dari dana DPA ABPD II, utamanya untuk belanja pegawai yang terdiri dari gaji dan tunjangan. Kegiatan rutin siswa dibiayai dari dana APBN (BOS). Sedangkan kegiatan-kegiatan yang tidak dapat didanai dari DPA dan BOS adalah pengadaan komputer untuk praktik siswa dibiayai dari dana komite sekolah.

Demikian program kerja yang dapat kami sajikan, semoga segenap elemen mendukung program-program tersebut. Amin.



Sukasukses, ...
                                                                                    Kepala Sekolah


                                                                                    Sukses,  S.Pd.
                                                                                    NIP. 

Silahkan download filenya di Download Contoh Program Kerja Tahunan

Thursday, March 19, 2015

Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM)

Ditetapkannya NSPM dimaksudkan untuk memberikan panduan dan kemudahan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam bidang pekerjaan konstruksi untuk melaksanakan kegiatan pembangunan prasarana dan sarana guna mempertahankan mutu pekerjaan atau bahkan dalam skala tertentu untuk menjaga kepentingan masyarakat agar tidak dirugikan akibat dampak pembangunan di bidang pekerjaan konstruksi (PU).

NSPM Kimpraswil terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok SNI sebanyak 13 bagian dan kelompok pedoman, petunjuk manual teknis sebanyak enam bagian yang keseluruhannya merupakan standar atau bagian dari norma, standar, pedoman dan manual dalam penyelenggaraan bidang pekerjaan umum. SNI disahkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sedang pedoman, petunjuk, manual teknis ditetapkan oleh instansi pengawasan pembangunan yaitu departemen Pekerjaan Umum.

Beberapa NSPM adalah:
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara bangunan gedung
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara keselamatan bangunan
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Struktur Bangunan.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Air bersih.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Air Minum Perkotaan.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Bendung, Bendungan, Sungai, Irigasi, Pantai.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Keselamatan Bangunan.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara bangunan jembatan
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Lalulintas, lingkungan jalan, sanitasi dan persampahan

Peraturan Bangunan
Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Bangunan
Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM)

Teknik Sipil

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Cabang-cabang ilmu teknik sipil dengan aplikasi, antara lain:

STRUKTUR, cabang yang mempelajari masalah struktural dari material yang digunakan untuk pembangunan. Beberapa pilihan jenis material bangunan diantaranya: baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.

GEOTEKNIK, cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah dan diperkuat dengan penye-lidikan laboratorium.

MANAJEMEN KONSTRUKSI, cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan peker-jaan, pengembalian modal, biaya proyek, serta semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.

HIDROLOGI dan LINGKUNGAN, cabang yang mempelajari air dan lingkungan alam, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air, dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, dam, irigasi, waduk/bendungan, kanal hingga teknik penyehatan.

TRANSPORTASI, cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.

INFORMATIKA TEKNIK SIPIL, cabang baru yang mempelajari penerapan teknologi komputer untuk perhitungan dan pemodelan sebuah sistem dalam proyek pembangunan atau penelitian bangunan. Mencakup bidang ini antara lain berupa pemodelan struktur bangunan (struktural dan material atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic Information System).

Bidang Ilmu dalam Teknik Bangunan
Teknik Sipil
Arsitektur
Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing (MEP)

Jenis pekerjaan konstruksi

Di Indonesia, jenis pekerjaan konstruksi disebutkan dalam undang-undang jasa konstruksi (UU no 18 tahun 1999), meliputi:

Pekerjaan arsitektural yang mencakup antara lain pengolahan bentuk dan massa bangunan gedung berdasarkan fungsi serta persyaratan yang diperlukan setiap pekerjaan konstruksi.

Pekerjaan sipil yang mencakup antara lain pembangunan pelabuhan, bandar udara, jalan kereta api, pengamanan pantai, saluran irigasi atau kanal, bendungan, terowongan, struktural gedung, jalan, jembatan, reklamasi rawa, pekerjaan pemasangan perpipaan, pekerjaan pemboran, dan pembukaan lahan.

Pekerjaan mekanikal dan elektrikal merupakan pekerjaan pemasangan produk-produk rekayasa industri.
− Pekerjaan mekanikal mencakup antara lain pemasangan turbin, pendirian dan pemasangan instalasi pabrik, kelengkapan instalasi bangunan, pekerjaan pemasangan perpipaan air, .minyak dan gas.
− Pekerjaan elektrikal mencakup antara lain pembangunan jaringan transmisi dan distribusi kelistrikan, pemasangan instalasi kelistrikan, telekomunikasi beserta kelengkapannya.

Pekerjaan tata lingkungan mencakup antara lain: pekerjaan pengolahan dan penataan akhir bangunan maupun lingkungannya.

Ruang Lingkup Pekerjaan Bangunan
Lingkup Pekerjaan dan Proyek Bangunan
Jenis pekerjaan konstruksi

Pembersihan Badan Kapal.

Pembersihan Badan kapal dimulai setelah kapal diatas dock, adapun yang harus dibersihkan adalah yaitu
a. Jasad laut ( binatang laut / tumbuhan laut )
b. Cat lama
c. Hasil pengkaratan serta kotoran yang lain

1. Pembersihan Jasat laut ( binatang laut/ tumbuhan laut )
a. Dengan Cara Mekanis Yaitu dengan Sekrap baja atau kayu
b. Dengan menggunakan waterjet dengan menyemprotkan
c. Dengan electrolit cleaning : sepanjang lambung dipasang besi bulat
sebagai anoda, sedangkan badan kapal sebagai katode dan air laut sebagai
cairan elektrolitnya ( kapal tidak usah naik dock ) sehingga banyak hidrogen
bebas yang melepas dari badan kapal jasad laut takut terlepas.

2. Pembersihan Hasil Pengkaratan / Cat Lama.
a. Dengan palu ketok, palu langsung dipukulkan pada badan kapal sehingga karat/cat lama bisa terkelupas. Pelaksanaan sangat lambat tapi biayanya murah/padat karya, Dengan pnewmatic multiple hammer palu ini digerakkan dengan suatu alat pnewmatic, Dengan udara bertekanan cara ini bisa lebih cepat dari penggunan palu ketok.
b. Dengan wire brush, bisa manual/electric grinder. Hasil bagus cepat, tetapi mempunyai kelemahan yifu material yang dibersihkan bias terkikis ketebalannya berkurang.

Survey Pembersihan Badan Kapal.

Perbaikan Konstruksi Badan Kapal

Istilah dalam bidang teknologi perkapalan

Haluan ( bow ) bagian depan kapal atau perahu.
Haluan bola ( bulbous bow ) haluan kapal di bawah permukaan air yang dibentuk menggembung seperti bola, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi tahanan gelombang kapal.
Jangkar ( anchor ) suatu benda tempa atau cor yang terdiri atas sebuah batang yang mempunyai ring atau segel di salah satu ujungnya dan mempunyai lengan di ujung yang lain. Dibuat sedemikian rupa, sehingga kalau diturunkan ke dasar laut dengan bantuan rantai atau tali dapat mencekeram dasar laut.
Jarak gading ( frame spacing ) jarak antara gading – gading yang bersebelahan. Diukur dari sisi belakang ke sisi depan pada arah membujur kapal.
Jari – jari bilga ( bilga radius ) jari – jari lingkaran pada bidang tengah kapal yang menyinggung alas dan sisi kapal serta membentuk lengkungan bilga.
Kantilever ( cantilever ) konstruksi batang ( balok ) salah satu ujungnya dijepit, sedangkan ujung yang lain tidak ( bebas ).
Kapal palet ( pallet ship ) kapal yang dipergunakan untuk mengangkut muatan umum yang sejenis, yang diletakkan di atas papan-papan palet.
Kapal ro-ro ( ro-ro vessel ) kapal yang dirancang untuk mengangkut kendaraan, dimana kendaraan yang dimuat dapat langsung berjalan dengan rodanya sendiri melalui rampa yang dipasang pada haluan, buritan atau sisi kapal.
Kapal pendingin ( refrigerated vessel ) kapal yang khusus di rencanakan dan dilengkapi dengan instalasi pendingin untuk seluruh ruang muatannya, dan di pergunakan untuk pengangkutan bahan makanan, misal : daging, ikan, dan buah – buahan.
Kapal peti kemas ( container ship kapal ) yang di pergunakan untuk mengangkut peti kemas, baik di dalam palka maupun di atas geladak.
Kapstan ( capstan ) alat di buritan kapal yang di pergunakan untuk menambatkan kapal di dermaga
Karat ( rust ) hasil korosi yang terdiri atas oksida besi yang berwarna cokelat kemerah – merahan dan terbentuk pada permukaan besi atau baja.
Kemudi ( rudder ) alat untuk mengolah gerak dan mengemudikan kapal.
Kemiringan alas ( rise floor ) kemiringan dalam arah melintang dari dasar kapal, mulai dari lunas sampai bilga.
Kimbul ( poop ) bangunan atas pendek yang terletak di bagian belakang.
Knot ( knot ) satuan kecepatan dalam mil laut per jam untuk kapal dan arus, 1 mil laut internasional = 1.852 meter.
Koferdam ( cofferdam ) ruangan kosong di antara dua dinding yang memisahkan dua ruangan yang berdampingan. Hal ini untuk menjaga supaya cairan dari ruang sebelah tidak merembes ke lain ruang kalau terjadi kebocoran.
Korosi ( corrosion ) kerusakan logam secara bertahap yang disebabkan oleh oksidasi (karat) atau oleh suatu proses kimia.
Kran ( Crane ) suatu alat yang digunakan untuk menurunkan dan menaikan barang dari atau kesuatu tempat
Kubu-kubu ( bulwark ) pelat yang digunakan pelat baja atau batang yang  dipasang sepanjang kedua sisi geladak cuaca untuk mencegah air tidak membasahi geladak dan menjaga barang atau orang tidak tercebur kelaut

Istilah-Istilah dalam bidang teknologi perkapalan yang lain klik disini dan disini

Wednesday, March 18, 2015

TIPS LOLOS SBMPTN 2015 - Cara lolos SBMPTN 2015

TIPS LOLOS SBMPTN 2015 - Cara lolos SNMPTN 2015 -
Tips ini diperuntukkan bagi kamu yang ingin memasuki PTN melalui Jalur SNMPTN 2015 (tanpa tes). Mungkin kamu juga sudah membaca tips dan pengalaman lolos SNMPTN 2015 dari berbagai sumber, tapi penting juga untuk tahu apa alasan PTN memoloskan peserta SNMPTN 2015.


#1 Cek tradisi sekolah kamu. ( TIPS LOLOS SBMPTN 2015 - Cara lolos SBMPTN 2015 )
Mempertimbangkan tradisi sekolah kamu ini penting. Caranya: minta data senior kamu yang sudah ketrima di PTN, berapa banyak, di PTN mana aja, di jurusan mana aja, dst. Kampus seperti UGM, UI, atau ITB mengincar 2% terbaik (cream of the cream). Kampus IPB/Undip mengincar 5% terbaik, dan mereka punya database dari SMA mana aja mahasiswa mereka berasal. Kampus-kampus tahu lho mana sekolah yang bener-bener unggulan, mana sekolah yang mengkatrol nilai siswanya supaya diterima di PTN, dan mereka tahu sekali kalau UN itu tiap tahun penuh kecurangan, mereka tahu kok sekolah macam apa yang dipenuhi anak-anak 2% terbaik, atau 5% terbaik, dan sekolah-sekolah yang beli akreditasi A.
Jadi kalo senior kamu mayoritas masuk UGM, ya mending kamu pilih UGM. Bagaimanapun, prestasi kamu di sekolah akan dibandingkan dengan senior kamu yang kuliah disana. Misalnya senior kamu dulunya rangking 10 di kelas, tapi prestasinya bagus di teknik sipil UGM, (IPK-nya 3,5) sedangkan kamu ranking 3 di kelas dan juga memilih teknik sipil UGM, maka UGM punya “harapan” sama kamu. Dengan demikian, kemungkinan kamu diterima ya lumayan besar.
Nah, sekarang kalau senior gak ada yang masuk kampus tersebut, kamu mau dibandingin sama siapa? Nilai raport kadang tidak terlalu dilihat, nilai 8 di SMA kamu tidak sama artinya dengan nilai 8 di SMA lain. Nilai 8 di SMA 3 Yogyakarta pasti lain artinya dengan nilai 8 di SMA 3 Bali. Jadi, jangan bertindak konyol untuk coba-coba.

#2 Buang saja jauh-jauh gosip tidak benar ( TIPS LOLOS SNMPTN 2015 - Cara lolos SNMPTN 2015 )
Banyak gosip yang tidak berkembang tentang SNMPTN 2015. Sebaiknya kamu jangan terlalu permpertimbangkan gosip ini. Misalnya:
a. Anak IPA tidak boleh milih IPS, Anak IPS tidak boleh milih IPA. Banyak buktinya mahasiswa FKG UGM ada yang dari SMA IPS. Setiap tahun, selalu ada anak SMA IPA yang diterima di Akuntansi UGM via undangan/PMDK/tanpa tes dan jumlahnya selalu lebih dari dua. Nah, nilai IPA apa yang dilihat buat masuk Akuntansi UGM? Ga ada kan?
b. UGM dan universitas favorit lainnya tidak mau jadi pilihan kedua. Kenyataannya: Ada lho siswa yang pilihan pertama Arsitek ITB, pilihan keduanya arsitek UI pada SNMPTN Undangan tahun 2011, dan dia ketrima undangan di arsitek UI. Bahkan ada siswa yang diterima masuk UI di pilihan ketiga tiga tahun yang lalu.
c. Mitos satu sekolah: “Dalam satu sekolah kalau bisa pilihan jurusannya beda, supaya peluang masuknya besar.” Kalau temen-temen tahu, ada sekitar 40 orang anak SMA 8 Jakarta masuk kedokteran umum UI tiap tahunnya. Banyak lho teman satu kelas yang ketrima jalur tanpa tes di jurusan dan universitas yang sama. Anak SMA 3 Yogyakarta yang masuk UGM tanpa tes diatas 100 orang tiap tahunnya (Jurusan/fakultas favorit di UGM kan nggak sampe 100). Sayangnya, mitos ini banyak disarankan oleh guru sekolah yang seharusnya membantu siswa memilih jurusan sesuai potensi mereka, bukannya menjerumuskan siswa ke jurusan yang tidak dia kehendaki. Nanti kalau prestasi mereka jelek di kampus kan sekolah juga yang rugi.

#3 Perhatikan cluster jurusan
Dari dua pilihan jurusan yang disediakan, sebaiknya kamu memilih cluster jurusan yang sama. Kalau teknik ya teknik semua, kalau agro ya agro semua, kalau sosial ya sosial semua. Misalnya, kamu jangan memilih pilihan I: Kedokteran Umum, Pilihan II: Teknik Sipil. Nanti universitasnya akan menganggap kamu cuma coba-coba saja, karena tidak jelas kamu maunya apa.
Tujuan mendaftar SNMPTN 2015 itu kamu pengen jadi apa, cita-cita kamu apa. Nah bagusnya, pilihlah jurusan yang masih “satu jenis”. Misalnya: untuk UGM, pilihan I Teknik Geodesi UGM, Pilihan II: Kartografi dan Penginderaan Jauh UGM. Walaupun beda fakultas, kedua jurusan tadi kan cuma beda tipis. Dengan demikian, universitas bisa “membaca” kamu pengennya jadi apa.

TIPS LOLOS SNMPTN 2015 - Cara lolos SNMPTN 2015, Terikasih atas kunjungan teman- teman