Thursday, September 29, 2016

Kumpulan Soal UTS Kelas 5 Semester 1

Berikut ini merupakan contoh kumpulan Soal UTS Kelas 5 Semester 1 yang dapat dipelajari atau dapat dijadikan referensi dalam penyusunan Soal UTS Kelas 5 Semester 1. Silahkan di buka link berikut untuk mendapatkan kumpulan Soal UTS Kelas 5 Semester 1. Semoga soal berikut ini dapat bermanfaat bagi semua.

Kumpulan Soal UTS Kelas 5 Semester 1

Kumpulan Soal UTS Kelas 5 Semester 1

Thursday, September 15, 2016

Honorer K2 melakukan aksi demo besar-besaran hari ini

Jakarta - Aksi demo besar-besaran yang dilakukan honorer kategori dua (K2) benar-benar memacetkan kawasan Senayan. Sejak pukul 06.00 WIB, honorer K2 dari berbagai daerah sudah menduduki gedung DPRHonorer K2 melakukan aksi demo besar-besaran hari ini.
Honorer K2 melakukan aksi demo besar-besaran hari ini

Menurut Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I)‎ Titi Purwaningsih, aksi ini menjadi bukti nyata bahwa honorer K2 itu ada dan jumlahnya tidak sedikit. "Ini baru awal saja, kalau dua hari ini tidak ada hasilnya, kami akan melakukan aksi lebih besar lagi," ucap Titi di Gedung DPR, Selasa (15/9).

Dia menegaskan, desakan honorer K2 adalah pemerintah harus mengangkat mereka menjadi CPNS seperti yang dilakukan pada 5.421 guru bantu DKI Jakarta. "Kebijakan itu menyayat hati kami, kenapa untuk guru bantu, PP 56/2012 yang harusnya sudah selesai di 2014 bisa dipakai lagi di tahun ini. Kalau mereka diangkat, kenapa kami tidak. Kami juga anak bangsa, kami juga mengabdi,"‎ seru Titi yang disambut gegap gempita honorer.

Dia menambahkan, honorer K2 tidak akan berhenti berdemo kalau pemerintah tidak juga terbangun dari tidurnya dan melihat ada honorer yang butuh kejelasan statusnya.
Sumber : jpnn

Wednesday, September 14, 2016

Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap Lingkungan

Hewan hidup memerlukan lingkungan. Hewan mempertahankan hidup dengan adaptasi. Bagaimana dengan tumbuhan? Bagaimana bentuk penyesuaian diri tumbuhan? Apakah tumbuhan bisa melindungi diri?

PENYESUAIAN DIRI TUMBUHAN TERHADAP  LINGKUNGAN

1. Berdasarkan Tempat Hidupnya
Tumbuhan juga menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tumbuhan bisa hidup di air dan daratan. Bagaimana tumbuhan menyesuaikan diri dengan lingkungannya? Marilah kita bahas uraian berikut.

a. Tumbuhan hidup di air
Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap LingkunganTumbuhan yang hidup di air contohnya teratai, enceng gondok, kangkung, dan genjer. Tanaman ini, mempunyai daun yang lebar. Mempunyai rongga udara pada batangnya untuk membantu penguapan. Akar yang kuat menancap di dasar untuk keseimbangan daun.

Tanaman air kebalikan dari tanaman di daerah kering. Tanaman ini berusaha melepas uap air sebanyak-banyaknya ke udara. Rongga udara berguna agar dapat mengapung.

b. Tumbuhan yang hidup di dua musim
Tumbuhan ada yang hidup di dua musim. Artinya tumbuhan mengalami musim penghujan dan kemarau. Pada saat musim penghujan air melimpah. Sedangkan saat musim kemarau air sangat sulit diperoleh.

Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap LingkunganTumbuhan yang hidup pada dua musim memiliki ciri-ciri yaitu:
1) dapat menggugurkan daunnya pada musim kemarau (meranggas), dan
2) dapat melebarkan daunnya pada musim penghujan.

Contoh tanamannya, antara lain pohon jati dan mahoni. Pada musim kemarau pohon ini akan mengurangi daun. Pengurangan daun untuk mengurangi penguapan. Cemara mempunyai daun lembut dan meruncing. Sedangkan rumput akan menghabiskan daunnya, tetapi umbinya tetap hidup di dalam tanah.

c. Tumbuhan di daerah kering/gurun
Daerah gurun sangat jarang terjadi hujan. Sepanjang hari daerah ini disinari matahari yang terik. Tumbuhan pada daerah kering memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1) Berdaun tebal dengan lapisan lilin (untuk mengurangi penguapan)
Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap Lingkungan2) Batangnya lebar menggembung (untuk menyimpan cadangan air)
3) Daunnya berupa duri
4) Akar menghujam jauh ke dalam tanah dan bercabang banyak.

Contoh tumbuhan gurun adalah kaktus. Pada saat kering kaktus akan menggunakan cadangan makanan, cadangan makanan tersimpan di batang. Bila cadangan makanan digunakan, batangnya mengerut. Tetapi saat hujan tiba batang kaktus mengembung lagi.

d. Tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain
Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap LingkunganAda dua jenis tanaman yang menempel pada tumbuhan lain. Contohnya epifit dan parasit. Epifit adalah menempel pada tumbuhan lain namun tidak merugikan. Contohnya, anggrek, vanili, mentimun, dan anggur. Adapun tumbuhan parasit menempel pada tumbuhan lain dan bersifat merugikan tumbuhan inangnya. Contohnya benalu dan tali putri.



2. Berdasarkan Cara Melindungi Diri
Hewan bisa berlari, untuk melepaskan diri. Tetapi tumbuhan memiliki cara tersendiri melindungi diri. Tumbuhan mempunyai bagian tubuh untuk melindungi diri. Bagian mana sajakah tumbuhan bisa menjaga diri? Marilah kita pelajari bersama. Berikut adalah tumbuhan yang dikelompokkan berdasarkan cara melindungi dirinya.

a. Menggunakan duri
Duri tumbuh pada batangnya. Amatilah bunga mawar yang ada di tamanmu! Indah dan wangi ya, tapi hati-hati kalau kurang hati-hati terkena durinya. Contoh tumbuhan yang lain yaitu pohon salak, jeruk, dan bougenvil.

b. Menggunakan getah
Pohon memiliki getah yang sangat lengket. Getah akan keluar jika kulit pohon tergores atau rantingnya patah. Contohnya, pohon sawo, nangka, jambu mete, dan pohon karet.

c. Menggunakan bulu yang tajam
Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap LingkunganAda tumbuhan tertentu yang melindungi diri dengan bulu yang tajam. Bulu yang tajam terdapat pada bagian batang. Bulu yang tajam dapat melekat kuat serta menyebabkan gatal-gatal. Contohnya bulu pada pohon bambu dan tebu.





d. Mengandung racun
Daun singkong sangat berbahaya jika dimakan mentah. Maka saat akan memakan daun singkong, harus direbusnya terlebih dahulu. Sehingga dapat menghilangkan racunnya. Daun ini aman dari hewan pemangsanya. Karena dapat menjadi racun bagi hewan-hewan tersebut.

Sunday, September 11, 2016

Manusia dan Hewan Bergantung Pada Tumbuhan Hijau

Tumbuhan adalah sumber makanan bagi hewan dan manusia, maka sebab itu manusia dan hewan sangat bergantung pada tumbuhan hijau. Berikut ulasan singkatnya.

Manusia dan Hewan Bergantung Pada Tumbuhan Hijau

1. Tumbuhan sebagai Sumber Makanan
Hampir seluruh bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan manusia dan hewan. Baik daun, bunga, buah, batang, umbi, tunas, maupun bijinya. Berikut adalah makanan yang diperoleh manusia dari tumbuhan.
a. Daun : daun pepaya, kubis, selada, bayam
b. Bunga : bunga turi, bunga kol, bunga pisang
c. Buah : mangga, jambu, sawo, anggur, nanas
d. Umbi : kentang, wortel, singkong, lobak
e. Tunas : taoge, rebung
f. Biji : kacang hijau, jagung, beras
Hewan juga mendapatkan sumber energi dari tumbuhan hijau. Coba perhatikan gambar berikut.

Hewan juga mendapatkan sumber energi dari tumbuhan hijau

Pada gambar di atas menunjukkan hewan-hewan herbivor. Hewan ini sangat tergantung pada tumbuhan secara langsung. Bila tidak ada tumbuhan hewan tersebut akan mati. Kematian hewan ini juga mengakibatkan hewan karnivor juga mati. Karena saling ketergantungan satu sama lain. Ini juga berlaku pada hewan omnivor. Berikut skema tumbuhan hijau, herbivor, karnivor dan omnivor.

Manusia dan Hewan Bergantung pada tumbuhan hijau


2. Tumbuhan sebagai Obat Tradisional
Di Indonesia banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Misalnya pil kina sebagai obat penyakit malaria. Ada juga umbiumbian yang dimanfaatkan sebagai jamu. Contohnya: kunyit, kencur, jahe, temulawak, dan sebagainya.
Tumbuhan sebagai Obat Tradisional

3. Tumbuhan sebagai bumbu masakan
Keanekaragaman tumbuhan di negara kita menghasilkan rempah-rempah. Biji, buah maupun umbi tanaman ini bermanfaat sebagai penyedap atau bumbu masakan. Tanaman tebu menghasilkan gula, yaitu pemanis alami. Hasil rempah-rempah, misalnya bawang merah, bawang putih, lada, cengkeh, pala dan sebagainya.
Tumbuhan sebagai bumbu masakan

Saturday, September 10, 2016

Penyaluran Tunjangan Profesi Guru atau TPG tahun ini lebih buruk dari tahun lalu

Jakarta- Lambatnya penyaluran tunjangan profesi guru atau TPG menjadi sorotan banyak kalangan. Bahkan Ketua Pengurus Besar Persaturan Guru Indonesia (PB PGRI) Sulistyo menyatakan, Penyaluran Tunjangan Profesi Guru atau TPG tahun ini lebih buruk dari tahun lalu.

Terhadap komplen ini, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata menegaskan, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. "Untuk guru PNS penyaluran TPG dilakukan pemerintah daerah melalui dana transfer daerah. Sedangkan untuk guru non-PNS, penyaluran TPG dilakukan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud," kata Sumarna, Rabu (9/9).
Penyaluran Tunjangan Profesi Guru atau TPG tahun ini lebih buruk dari tahun lalu

Jika ada keterlambatan penyaluran TPG bagi guru PNS, lanjutnya, konfirmasi seharusnya dialamatkan ke pemerintah daerah masing-masing, bukan ke Kemendikbud. “Kecuali kalau SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) tidak keluar, itu baru bisa ditanyakan ke pusat. Sebab ketika seorang guru PNS sudah mendapatkan SKTP dari Kemendikbud, maka selanjutnya penyaluran TPGnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," jelasnya.

Sumarna menambahkan, secara nasional kebijakan tidak bisa berubah untuk tunjangan, karena slot transfernya sudah ada. Pemerintah kan mempertahankan tunjangan (TPG) ini sesuai tiga asas yaitu tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.
Sumber : jpnn

Thursday, September 8, 2016

Mulai tahun depan ikut program sertifikasi guru tidak gratis lagi

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan baru yaitu mulai tahun depan ikut program sertifikasi guru tidak gratis lagi. Bagi guru yang mulai mengajar sejak 1 Januari 2006, wajib merogoh kocek sendiri untuk membayar biaya sertifikasi. Sebab pemerintah hanya membiayai sertifikasi guru yang sudah mengajar hingga 31 Desember 2005.

Mulai tahun depan ikut program sertifikasi guru tidak gratis lagi

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan total jumlah guru dari pendataan 2015 mencapai 3.015.315 orang. Dari jumlah tersebut, hanya ada 2.294.191 orang guru yang layak mengikuti program sertifikasi. Dari seluruh guru yang layak atau berhak ikut sertifikasi itu, 1,7 juta diantaranya ditargetkan rampung tahun ini. Sedangkan sisanya sejumlah 547.154 orang guru bakal mengikuti sertifikasi guru tahun depan.

"Jumlah guru yang 547.154 orang itu adalah guru yang mulai mengajar sejak 1 Januari 2006," katanya di kantor Kemendikbud Jakarta kemarin. Pejabat yang hobi kuliner Sunda itu mengatakan, guru-guru yang mulai mengajar sejak 1 Januari 2006, wajib mengeluarkan uang sendiri untuk ikut proses sertifikasi. Dia menyebut dengan istilah sertifikasi sendiri.

Pria yang akrab disapa Pranata itu mengatakan aturan sertifikasi dengan biaya sendiri ini merupakan amanah dari Undang-Undang 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam UU itu diamantkan bahwa program sertifikasi yang didanai pemerintah berhenti hingga guru yang sudah mengajar sejak sebelum 1 Januari 2006.

Apakah Kemendikbud tidak khawatir diprotes guru? Pranata lantas membandingkan dengan proses sertifikasi di profesi akuntan atau pengacara. Dia menjelaskan untuk mengikuti sertifikasi profesi akuntan dan pengacara/advokat, masing-masing orang wajib membayar sendiri-sendiri alias tidak didanai pemerintah.

Menurut Pranata sertifikasi merupakan kebutuhan masing-masing guru. Sertifikasi juga bakal menjadi patokan penting apakah seorang guru berhak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) atau tidak. Sehingga dia memperkirakan para guru tidak akan keberatan menyiapkan uang untuk mengikuti sertifikasi di kampus lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

Terkait dengan besaran biaya sertifikasi, Pranata mengatakan belum mengetahuinya. Sebab secara teknis program sertifikasi guru yang dijalankan secara berasrama itu merupakan kewenangan masing-masing kampus. Dalam waktu dekat dia akan berkomunikasi dengan LPTK-LPTK penyelenggara sertifikasi terkait besaran biaya sertifikasi.
Sumber : jpnn

Wednesday, September 7, 2016

Soal UAS IPS Kelas 3

Berilah tanda silang ( X ) pada huruf a, b, c dan d pada jawaban yang paling tepat !

1. Tanaman yang cocok untuk daerah perbukitan adalah tanaman....
a. teh dan kopi
b. kangkung dan gandum
c. padi dan bayam
d. cabe dan tomat

2. Berikut yang merupakan lingkungan buatan manusia adalah ..
a. danau
b. perumahan
c. sungai
d. gunung

3. Tempat penampungan air buatan yang berfungsi untuk menampung air sungai dan air hujan adalah di ....
a. laut                                  
b. sungai
c. danau
d. waduk

4. Antara daratan dan lautan digabungkan dengan ....
a. sungai                               
b. danau
c. pantai
d. irigasi


5. gunung marioatha Gambar disamping adalah ....
    a. gunung   
    b. gurun   
    c. kebun   
    d. lembah      

6.  Tanah di daerah sekitar hutan sangat  subur karena ....
a. hutan menampung air hujan           
b. selalu diberi pupuk alami
c. mengandung humus
d. belum terkena polusi udara

7. Berikut salah satu cara menghemat air adalah ....
a. menutup kran setelah selesai digunakan       
b. mandi hanya satu kali sehari
c. mencuci pakaian seminggu sekali
d. Jangan terlalu banyak minum

8. Sungai banyak sampah karena ...
a. hujan deras                               
b. angin kencang
c. perbuatan  manusia
d. air limbah

9. Hewan yang suka bersarang di  tempat genangan air adalah ...
a. lalat                                
b. ulat
c. serangga
d. nyamuk

10. Hutan yang dijadikan tempat perlindungan hewan-hewan langka disebut hutan ....
a. lindung                                             
b. suaka marga satwa
c. belantara
d. larangan

Klik disini untuk mengunduh keseluruhan postingan soal uas IPS kelas 3 . hanya sekedar share aja. semoga bermanfaat.

Saturday, September 3, 2016

Materi Berbagai Ragam Lagu Nusantara

Materi ini terkait dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) kelas IV. Berikut ini sedikit penjelasan tentang berbagai ragam lagu nusantara yang saya kutip dari buku relevan Seni Budaya dan Keterampilan Kelas IV. semoga bermanfaat.

BEBAGAI RAGAM LAGU NUSANTARA

Indonesia memiliki beraneka ragam lagu, diantaranya:
  1. lagu daerah
  2. lagu anak-anak
  3. lagu wajib
  4. lagu nasional
Lagu-lagu tersebut merupakan kekayaan bangsa yang sangat tinggi nilainya. oleh karena itu, kita harus melestarikannya.

Lagu Daerah

Lagu daerah adalah lagu yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menggunakan bahasa daerah tersebut. Hampir setiap provinsi di Indonesia memiliki lagu daerah. meskipun lagu daerah, tetap dikenal dan dipelajari secara nasional.

Beberapa contoh lagu daerah nusantara

No Judul Lagu Asal Daerah
1 Bungong Jeumpa Aceh
2 Butet Sumatera Utara
3 Tuduk Periuk Sumatera Barat
4 Soleram Riau
5 Kicir-kicir Jakarta
6 Es Lilin Jawa Barat
7 Suwe Ora Jamu Jawa Tengah
8 Tanduk Majeng Jawa Timur
9 Janger Bali
10 Angin Mamiri Sulawesi Selatan
11 O Ina Ni Ke Ke Sulawesi Utara
12 Ampar-ampar Pisang Kalimantan Selatan
13 Burung Tantina Maluku
14 Apuse Irian Jaya

Lagu Anak-anak

Lagu anak-anak adalah lagu yang menggambarkan tentang kehidupan anak-anak dengan kegiatannya. Lagu anak-anak merupakan lagu yang sederhana, baik melodi maupun isi syairnya. Dibuat agar anak-anak dapat memahami isi syair lagu tersebut.

Beberapa contoh lagu anak-anak MP3 Lagu Anak-anak

No Judul Lagu Pencipta
1 Pelangi A.T. Mahmud
2 Menanam Jagung Ibu Sud
3 Topi Saya Bundar Ibu Kasur
4 Banun Tidur Pak Kasur
5 Nyanyian Burung Pak Roso
6 Bintang Kecil Daljono
7 Kasih Ibu S.M. Mochtar
8 Menari Gembira Bu Mur
9 Goyang Kepala Soetarno A.P.
10 Kelap-kelip Bintang Kecil Popy S.
11 Lagu Kupu-kupu A.T. Mahmud
12 Kasih Ibu S.M. Mochtar

Lagu Wajib

Lagu wajib merupakan lagu yang wajib dan dapat dinyanyikan oleh seluruh rakyat indonesia. Lagu wajib berisi semangat perjuangan bangsa dalam usaha mencapai kemerdekaan dan kemakmuran bangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam lagu wajib adalah nilai persatuan dan kesatuan bangsa, patriotisme, dan cinta tanah air.

Beberapa contoh lagu wajib

No Judul Lagu Pencipta
1 Indonesia Raya W.R. Supratman
2 Satu Nusa Satu Bangsa L. Manik
3 Bagimu Negeri Kusbini
4 Maju Tak Gentar C. Simanjuntak
5 Dari Sabang Sampai Marauke R. Sunaryo
6 Halo-halo Bandung Ismail Marzuki
7 Hari Merdeka Prahar/Sudarnoto
8 Merah Putih H. Mutahar
9 Berkibarlah Benderaku Ibu Sud
10 Indonesia Tetap Merdeka C. Simanjuntak
11 Rayuan Pulau Kelapa Ismail Marzuki
12 Bangun Pemuda Pemudi A. Simanjuntak
13 Syukur H. Mutahar

Syair lagu INDONESIA RAYA

Lagu Nasional

Lagu Nasional adalah lagu-lagu berbahasa Indonesia (nasional) yang berisi tentang segala aspek kehidupan bangsa Indonesia.

Beberapa contoh lagu nasional

No Judul Lagu Pencipta
1 Ibu Kita Kartini W.R. Supratman
2 Desaku Yang Kucinta L. Manik
3 Indonesia Pusaka Ismail Marzuki
4 Gugur Bunga Ismail Marzuki
5 Nyiur Hijau Maladi
6 Di Timur Matahari W.R. Supratman
7 Bambu Runcing Daljono/Kasmidi
8 Sepasang Mata Bola Ismail Marzuki
9 Pantang Mundur Titik Puspa
10 Kulihat Ibu Pertiwi Charles C.

Sumber : SBK 4 Yudistira

Friday, September 2, 2016

Kajian Pustaka IPA

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    IPA
Telah kita ketahui bahwa Beberapa para ahli menyatakan bahwa pengertian Ilmu Pengetahuan Alam sering disingkat dengan kata "IPA" atau yang saat ini sering kita dengar dengan istilah Sains. Dalam arti sempit Ilmu Pengetahuan Alam memiliki arti sebagai disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisik) dan life sciences (ilmu biologi), yang termasuk dari physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi, mineralogi, metorolagi, dan fisika, sedangkan life sciences meliputi biologi (anotomi, fisiologi, zoologi, citologo, embriologi, microbiologi).
Pengertian IPA menurut Srini M. Iskandar (1997: 2) yaitu Ilmu Pengetahuan Alam adalah pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang sistematik, serta dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan, hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-teori dan hipotesa.
Pengertian IPA Menurut Maslichah Asy'ari (2006: 7) Sains adalah pengetahuan manusia tentang alam yang diperoleh dengan cara yang terkontrol. Penjelasan ini mengandung maksud bahwa sains selain menjadi sebagai produk juga sebagai proses. Sains sebagai produk yaitu pengetahuan manusia dan sebagai proses yaitu bagaimana mendapatkan pengetahuan tersebut.
Komponen penting dalam Ilmu Pengetahuan Alam yaitu ada tiga. Komponen tersebut yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan, komponen tersebut yaitu: 1) produk ilmiah, 2) proses ilmiah, dan 3) sikap ilmiah.
1    Ilmu Pengetauan Alam sebagai produk ilmiah
Maslichah Asy'ari (2006: 8) berpendapat bahwa Sains sebagai produk merupakan kumpulan pengetahuan yang tersusun dalam bentuk fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori.
2.    Ilmu Pengetauan Alam sebagai proses ilmiah
IPA sebagai proses, menyangkut proses atau cara kerja untuk memperoleh hasil (produk), inilah yang kemudian dikenal sebagai proses ilmiah. Melalui proses-proses ilmiah akan didapatkan temuan-temuan ilmiah. Keterampilan proses IPA adalah keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan (Srini M. Iskandar, 1997: 5).
3.    Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar
Pembelajaran merupakan salah satu tindakan edukatif yang dilakukan di dalam kelas. Tindakan dapat dikatakan bersifat edukatif bila berorientasi pada pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Guru dituntut untuk mengembangkan semua aspek tersebut. Dengan demikian guru harus berkompeten dalam mengembangkan suatu pembelajaran.

B.    Belajar
Dalam psikologi dan pendidikan, pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang menyatukan kognitif, emosional, dan lingkungan pengaruh dan pengalaman untuk memperoleh, meningkatkan, atau membuat perubahan’s pengetahuan satu, keterampilan, nilai, dan pandangan dunia (Illeris, 2000; Ormorod, 1995).
Belajar sebagai suatu proses berfokus pada apa yang terjadi ketika belajar berlangsung. Penjelasan tentang apa yang terjadi merupakan teori-teori belajar. Teori belajar adalah upaya untuk menggambarkan bagaimana orang dan hewan belajar, sehingga membantu kita memahami proses kompleks inheren pembelajaran. (Wikipedia)
Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu: teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, dan teori belajar konstruktivisme. Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Dan pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep.

C.    Prestasi Belajar
Pengertian Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yaitu prestasi dan belajar. Antara kata prestasi dan belajar mempunyai arti yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum pengertian prestasi belajar, ada baiknya pembahasan ini diarahkan pada masing-masing permasalahan terlebih dahulu untuk mendapatkan pemahaman lebih jauh mengenai makna kata prestasi dan belajar. Hal ini juga untuk memudahkan dalam memahami lebih mendalam tentang pengertian prestasi belajar itu sendiri. Di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian prestasi dan belajar menurut para ahli. Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah, 1994:19). Sedangkan menurut Mas’ud Hasan Abdul Dahar dalam Djamarah (1994:21) bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Dari pengertian tersebut, jelas terlihat perbedaan pada kata-kata tertentu sebagai penekanan, namun intinya sama yaitu hasil yang dicapai dari suatu kegiatan. Untuk itu, dapat dipahami bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individual maupun secara kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.
Menurut Slameto (1995 : 2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Secara sederhana dari pengertian belajar sebagaimana yang dikemukakan oleh pendapat di atas, dapat diambil suatu pemahaman tentang hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu. Sedangkan menurut Nurkencana (1986 : 62) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.

D.    Hasil Belajar
Belajar adalah sesuatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kegiatan belajar dapat berlangsung di mana-mana, misalnya di lingkungan keluarga, di sekolah dan di masyarakat, baik disadari maupun tidak disadari, disengaja atau tidak disengaja. Menurut Gagne (dalam Sumarno, 2011) hasil belajar merupakan kemampuan internal (kapabilitas) yang meliputi pengetahuan, ketermpilan dan sikap yang telah menjadi milik pribadi sesorang dan memungkinkan seseorang melakukan sesuatu.
Pendapat hampir sama dikemukakan oleh Jenkins dan Unwin (Uno, 2011: 17) yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah pernyataan yang menunjukkan tentang apa yang mungkin dikerjakan siswa sebagai hasil dari kegiatan belajarnya. Jadi hasil belajar merupakan pengalaman-pengalaman belajar yang diperoleh siswa dalam bentuk kemampuan-kemampuan tertentu. Senada dengan kedua teori di atas, Winkel (dalam Anneahira, 2011) menjelaskan definisi hasil belajar secara umum, bahwa hasil belajar merupakan salah satu bukti yang menunjukkan kemampuan atau keberhasilan seseorang yang melakukan proses belajar sesuai dengan bobot atau nilai yang diperolehnya.
Pendapat lain tentang hasil belajar dikemukakan oleh Briggs (dalam Taruh, 2003: 17) yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah seluruh kecakapan dan hasil yang dicapai melalui proses belajar mengajar di sekolah yang dinyatakan dengan angka-angka atau nilai-nilai berdasarkan tes hasil belajar. Hal ini senada dengan Rasyid (2008: 9) yang berpendapat bahwa jika di tinjau dari segi proses pengukurannya, kemampuan seseorang dapat dinyatakan dengan angka. Dengan demikian, hasil belajar siswa dapat diperoleh guru dengan terlebih dahulu memberikan seperangkat tes kepada siswa untuk menjawabnya. Hasil tes belajar siswa tersebut akan memberikan gambaran informasi tentang kemampuan dan penguasaan  kompetensi siswa pada suatu materi pelajaran yang kemudian dikonversi dalam bentuk angka-angka.
Dick dan Reiser (dalam Sumarno, 2011) mengemukakan bahwa hasil belajar merupakan kemampuan-kemmpuan yang dimiliki siswa sebagai hasil kegiatan pembelajaran, yang terdiri atas empat jenis, yaitu: (1) pengetahun, (2) keterampilan intelektual, (3) ketermpilan motor, dan (4) sikap. Sedangkan pendapat yang lain dikemukakan oleh Bloom dan Kratwohl (dalam Usman, 1994: 29) bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang secara umum dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
Bloom (dalam Usman, 1994: 29) membagi ranah kognitif menjadi enam bagian, yaitu (1) Pengetahuan, yang mengacu pada kemampuan mengenal atau mengingat materi yang sudah dipelajari dari yang sederhana sampai pada teori-teori yang sulit, (2) pemahaman, yang mengacu pada kemampuan memahami makna materi, (3) penerapan, yang mengacu pada kemampuan menggunakan atau menerapkan materi yang sudah dipelajari pada situasi yang baru dan menyangkut penggunaan aturan atau prinsip, (4) analisis, yang mengacu pada kemampuan menguraikan materi ke dalam komponen-komponennya, (5) sintesis, yang mengacu pada kemampuan memadukan konsep atau komponen-komponen sehingga membentuk suatu pola struktur atau bentuk baru, dan (6) evaluasi, yang mengacu pada kemampuan memberikan pertimbangan terhadap nilai-nilai materi untuk tujuan tertentu.
Pada tahun 2001, Anderson dkk (dalam Widodo, 2006: 1) melakukan revisi terhadap taksonomi Bloom di atas. Revisi ini perlu dilakukan untuk lebih bisa mengadopsi perkembangan dan temuan baru dalam dunia pendidikan. Taksonomi yang baru melakukan pemisahan yang tegas antara dimensi pengetahuan dengan dimensi proses kognitif. Pemisahan ini dilakukan sebab dimensi pengetahuan berbeda dari dimensi kognitif. Pengetahuan merupakan kata benda sedangkan proses kognitif merupakan kata kerja. Sejalan dengan pendapat tersebut, Rukmini (2008: 157) menjelaskan bahwa revisi taksonomi Bloom diajukan untuk melihat ke depan dan merespon tuntutan berkembangnya komunitas pendidikan, termasuk pada bagaimana anak-anak berkembang dan belajar serta bagaimana guru menyiapkan bahan ajar.
Anderson dkk (dalam Widodo, 2006: 2) menjelaskan ada empat macam dimensi pengetahuan dalam taksonomi Bloom yang telah direvisi, yaitu: (1) pengetahuan faktual, yaitu pengetahuan yang berupa potongan-potongan informasi yang terpisah-pisah atau unsur dasar yang ada dalam suatu disiplin ilmu tertentu, yang mencakup pengetahuan tentang terminologi dan pengetahuan tentang bagian detail, (2) pengetahuan konseptual, yaitu pengetahuan yang menunjukkan saling keterkaitan antara unsur-unsur dasar dalam struktur yang lebih besar dan semuanya berfungsi sama-sama, yang mencakup skema, model pemikiran dan teori, (3) pengetahuan prosedural, yaitu pengetahuan tentang bagaimana mengerjakan sesuatu, baik yang bersifat rutin maupun yang baru, dan (4) pengetahuan metakognitif, yaitu mencakup pengetahuan tentang kognisi secara umum dan pengetahuan tentang diri sendiri.
Dimensi proses kognitif dalam taksonomi yang baru dibuat konsisten dan dengan obyek yang ingin dicapai (Rukmini, 2008:159). Tujuan atau obyek merupakan suatu akivitas dalam mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu, dalam taksonomi yang telah direvisi, mengubah keenam kategori dalam taksonomi Bloom yang lama yang berupa kata benda menjadi kata kerja. Kata kerja yang digunakan dalam masing-masing level kognisi mencirikan penguasaan yang diinginkan. Anderson (dalam Widodo 2006: 5) menjelaskan bahwa dimensi proses kognitif dalam taksonomi Bloom yang baru secara umum sama dengan yang lama yang menunjukkan adanya perjenjangan, dari proses kognitif yang sederhana ke proses kognitif yang lebih kompleks. Namun penjenjangan pada taksonomi yang baru lebih fleksibel sifatnya. Artinya, untuk dapat melakukan proses kognitif yang lebih tinggi tidak mutlak disyaratkan penguasaan proses kognitif yang lebih rendah.
Anderson (dalam Widodo, 2006: 140) menguraikan dimensi proses kognitif pada taksonomi Bloom Revisi yang mencakup: (1) menghafal (remember), yaitu menarik kembali informasi yang tersimpan dalam memori jangka panjang, yang mencakup dua macam proses kognitif mengenali dan mengingat, (2) memahami (understand), yaitu mengkonstruk makna atau pengertian berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki, atau mengintegrasikan pengetahuan yang baru ke dalam skema yang ada dalam pemikiran siswa, yang mencakup tujuh proses kognitif: menafsirkan (interpreting), memberikan contoh (exemplifying), mengklasifikasikan (classifying), meringkas (summarizing), menarik inferensi (inferring), membandingkan (comparing), dan menjelaskan (explaining), (3) mengaplikasikan (apply), yaitu penggunaan suatu prosedur guna meyelesaikan masalah atau mengerjakan tugas, yang mencakup dua proses kognitif: menjalankan (executing) dan mengimplementasikan (implementing), (4) menganalisis (analyze), yaitu menguraikan suatu permasalahan atau obyek ke unsur-unsurnya dan menentukan bagaimana saling keterkaitan antar unsur-unsur tersebut, yang mencakup tiga proses kognitif: menguraikan (differentiating), mengorganisir (organizing), dan menemukan pesan tersirat (attributing), (5) mengevaluasi (evaluate), yaitu membuat suatu pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar yang ada, yang mencakup dua proses kognitif: memeriksa (checking) dan mengkritik (critiquing), dan (6) membuat (create), yaitu menggabungkan beberapa unsur menjadi suatu bentuk kesatuan, yang mencakup tiga proses kognitif: membuat (generating), merencanakan (planning), dan memproduksi (producing).
Selain ranah kognitif tersebut di atas, evaluasi juga dilakukan pada ranah afektif. Menurut Davies (dalam Dimyati, 2009: 205), ranah afektif berhubungan dengan perhatian, sikap, penghargaan, nilai-nilai, perasaan, dan emosi. Sumiati (2007: 215) menjelaskan bahwa tingkatan afektif ada lima, dari sederhana ke yang kompleks. Kelima tingkatan tersebut yaitu (1) kemauan menerima, (2) kemauan menanggapi, (3) berkeyakinan, (4) penerapan karya, dan (5) ketekunan dan ketelitian.
Kratwohl, Bloom dan Masia (dalam Dimyati, 2009: 205) mengemukakan taksonomi ranah afektif,  yaitu: (1) menerima, merupakan tingkat terendah tujuan ranah afektif berupa perhatian terhadap stimulasi secara pasif yang meningkat secara lebih aktif, (2) merespon, merupakan kesempaan untuk menanggapi stimulan dan merasa terikat serta secara aktif memperhatikan, (3) menilai, merupakan kemampuan menilai gejala atau kegiatan sehingga dengan sengaja merespon lebih lanjut, (4) mengorganisasi, merupakan kemampuan untuk membentuk suatu sistem nilai bagi dirinya berdasarkan nilai-nilai yang dipercaya, dan (5) karakterisasi, merupakan kemampuan untuk mengkonseptualisasikan masing-masing nilai pada waktu merespon dengan jalan mengidentifikasi karakteristik nilai atau membuat pertimbangan-pertimbangan.
Hasil belajar yang berikutnya adalah dalam ranah psikomotor. Menurut Davies (dalam Dimyati, 2009: 207), ranah psikomotor berhubungan dengan keterampilan motorik, manipulasi benda atau kegiatan yang memerlukan koordinasi saraf dan koordinasi badan. Sejalan dengan pendapat tersebut, Sudjana (1987: 54) menjelaskan bahwa hasil belajar dalam ranah psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan-keterampilan (skill), dan kemampuan bertindak individu.
Harrow (dalam Dimyati, 2009: 208) mengemukakan taksonomi ranah psikomotor sekaligus menjelaskan bahwa penentuan kriteria untuk mengukur keterampilan siswa harus dilakukan dalam jangka waktu 30 menit. Taksonomi ranah psikomotor Harrow disusun secara hierarkis dalam lima tingkatan, yaitu: (1) meniru, artinya siswa dapat meniru atau mengikuti suatu perilaku yang dilihatnya, (2) manipulasi, artinya siswa dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan visual sebagaimana pada tingkat meniru, (3) ketetapan gerak, artinya siswa diharapkan dapat melakukan sesuatu perilaku tanpa menggunakan contoh visual ataupun petunjuk tertulis, (4) artikulasi, artinya siswa diharapkan dapat menunjukkan serangkaian gerakan dengan akurat, urutan yang benar, dan kecepatan yang tepat, dan (5) naturalisasi, artinya siswa diharapkan melakukan gerakan tertentu secara spontan atau otomatis.


Referensi :

DAFTAR PUSTAKA

Rusyanti, Hesti. 2013. Kajian Teori Makalah. Diunduh 28 Agustus 2013 dari http://www.kajianteori.com/2013/03/pengertian-ilmu-pengetahuan-alam-ipa.html

Haryanto. 2010.  Media Belajar Ilmu Psikologi dan Bimbingan Konseling. Diunduh 28 Agustus 2013 dari http://belajarpsikologi.com/macam-macam-teori-belajar/

www.sarjanaku.com 2013. Pengertian Prestasi Belajar Definisi Menurut Para Ahli. Diunduh 28 Agustus 2013 dari http://www.sarjanaku.com/2011/02/prestasi-belajar.html

Nurnamawi, E.K. 2013. Teori Hasil Belajar. Diunduh 28 Agustus 2013 dari http://ekokhoeruln.blogspot.com/2013/02/teori-hasil-belajar.html

Cerita Mirah dari Marunda

Berikut ini merupakan sebuah cerita yang berjudul Cerita Mirah dari Marunda. Cerita Mirah dari Marunda ini merupakan cerita rakyat Betawi yang menjadi pilihan dan termuat dalam pelajaran Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta atau PLBJ Kelas 5 dan menjadi salah satu Materi yang harus dipelajari oleh siswa-siswi kelas 5. Silahkan di copy Cerita Mirah dari Marunda ini sebagai bahan pembelajaran serta pengetahuan anda. semoga dapat bermanfaat bagi semua.

Cerita Mirah dari Marunda

CERITA MIRAH DARI MARUNDA

Pada suatu malam dimasa penjajahan Belanda, terjadi sebuah perampokan di daerah Kemayoran. korbannya adalah Babah Yong. Babah Yong diikat diruang tengah dan barang-barang berharga miliknya dibawa kabur oleh para perampok.

Tuan Ruys, pengusaha daerah Kemayoran, segera menyelidiki tempat perampokan. Bek Kemayoran juga datang. Menurut keterangan beberapa orang yang melihat peristiwa itu, Sepintas wajah perampok yang kabur mirip dengan Asni. Mereka mencurigai Asni sebagai pelaku perampokan itu. Tuan Ruys memerintahkan Bek Kemayoran untuk segera menangkap Asni.

Keesokan harinya, Bek Kemayoran menangkap dan menyerahkan Asni kepada Tuan Ruys. Namun, beberapa saksi menjelaskan bahwa malam itu Asni ada di rumah. Karena tidak ada bukti yang kuat, maka Asni dibebaskan dengan syarat ia harus bisa menangkap perampok yang berwajah mirip dengannya. Jika tidak berhasil, Asni akan dipenjara.

Sementara itu, di daerah Marunda ada seorang gadis cantik bernama Mirah. Ibunya sudah lama meninggal. Ia tinggal bersama ayahnya yang bernama Bang Bodong. Saat itu di daerah Marunda sering terjadi perampokan.

Bang Bodong adalah seorang jagoan yang sangat ditakuti oleh para perampok dan disegani oleh masyarakat Marunda. Selain kehebatan ilmu bela diri yang dimiliki, Bang Bodong terkenal sebagai orang yang selalu melindungi rakyat kecil.

Bang Bodong merasa prihatin dengan keadaan kampung Marunda. Usianya semakin tua dan tidak memiliki anak laki-laki yang bisa mewarisi ilmu bela diri. Sementara penguasa Belanda tidak peduli dengan kekacauan yang meresahkan masyarakat.

Bang Bodong memanggil Mirah dan menceritakan keadaan kampung yang semakin meresahkan. Bang Bodong khawatir kampung Marunda akan menjadi sarang para perampok. Mendengar kekhawatiran ayahnya, Mirah terpanggil untuk ikut mempertahankan kampung kelahiranya. Mirah minta dilatih ilmu bela diri. Bang Bodong mengabulkan permintaan Mirah. Dalam waktu singkat Mirah telah menguasai semua ilmu yang diajarkan. Tak heran Mirah menjadi pendekar wanita dari Marunda.
Cerita Mirah dari Marunda

Melihat Mirah telah menguasai semua ilmu yang diajarkan, hati Bang Bodong merasa puas dan bangga. Diharapkan Mirah dapat mempertahankan daerah Marunda. Namun, Bang Bodong juga merasa sedih karena Mirah sudah semakin dewasa dan belum berkeluarga. Bang Bodong berharap Mirah mau segera menikah. Mirah menolak karena khawatir tidak dapat merawat ayahnya dengan baik.

Bang Bodong terus mendesak Mirah untuk menikah. Akhirnya, Mirah setuju untuk menikah, tetapi dengan syarat calon suaminya bisa mengalahkan ilmu silatnya. Mendengar persyaratan itu, Bang Bodong segera mengadakan sayembara silat. laki-laki yang bisa mengalahkan Mirah dalam ilmu silat berhak mempersunting putrinya sebagai istri.

Para pendekar dari berbagai daerah berdatangan untuk ikut serta dalam sayembara, termasuk Tirta, seorang jagoan dari Karawang. Wajah Tirta mirip Asni, tetapi ia suka melakukan keonaran dan perampokan di berbagai daerah. Akan tetapi, Tirta dapat dikalahkan oleh Mirah. Tirta mengaku kehebatan Mirah. Hingga sayembara berakhir tak seorang pun dapat mengalahkan Mirah.
Sementara itu, Asni terus mengembara dari satu daerah kedaerah lain untuk mencari perampok yang berwajah mirip dengannya. Suatu hari, Asni tiba di kampung Marunda. Asni disangka perampok dan terlibat perkelahian dengan penjaga kampung.

Dua penjaga kampung dapat dikalahkan oleh Asni. Mereka lari mengadu kerumah Bang Bodong. Seketika Bang Bodong berlari menemui Asni. Pertarungan Asni dan Bang Bodong tak terelakkan. karena usianya yang sudah tua, Bang Bodong dapat dikalahkan oleh Asni.

Mendengar ayahnya dikalahkan oleh Asni, Mirah segera menyerang Asni. Mulanya Asni tidak mau melawan musuh seorang perempuan. tetapi, karena Mirah terus menyerang akhirnya Asni melawan.
Kehebatan silat Mirah ternyata masih belum sebanding dengan kehebatan Asni. Mirah dibuat kewalahan. Mirah sering jatuh tak berdaya. Mirah akhirnya mengaku kalah dan Asni tersenyum-senyum.
Cerita Mirah dari Marunda

Bang Bodong yang menyaksikan pertarungan itu segera menghampiri Mirah dan Asni. Bang Bodong bercerita kepada Asni tentang sayembara silat yang ia adakan belum lama ini. Karena Asni berhasil mengalahkan Mirah, ia berhak memperistri Mirah.

Mendengar penjelasan itu hati Asni berbunga-bunga. Ia mendapatkan seorang gadis yang cantik jelita dan pandai dalam ilmu bela diri. tentu saja Asni dengan senang hati menerima Mirah sebagai calon istrinya.

Asni menceritakan tujuannya berkelana adalah untuk mencari perampok yang berwajah mirip dengannya. Jika tidak dapat menangkap perampok itu, maka Asni akan dipenjara. Bang Bodong tahu orang yang dimaksud itu adalah Tirta.

Tak lama kemudian Bang Bodong menyelenggarakan pernikahan Mirah dan Asni. Pesta itu sangat meriah. Tirta diundang untuk menghadiri pesta itu.

Cerita Mirah dari marunda

Tirta datang menghampiri undangan tersebut dan sangat terkejut melihat Bek Kemayoran, Tuan Ruys dan centeng-centeng Babah Yong. Tirta terkepung. Bek Kemayoran mendekati Tirta dan terjadilah perkelahian. Bek Kemayora dapat dikalahkan oleh Tirta.

Suasana pesta menjadi sangat kacau. Bang Bodong bermaksud melerai tetapi terserempet golok sehingga terluka. Melihat kejadian itu, Mirah segera melepaskan pernak-pernik pakaian pengantinnya dan menyerang Tirta.

Dalam pertarungan ini Tirta dapat dikalahka oleh Mirah. Asni segera menghampiri Tirta. Tirta dapat mengenali dengan baik bahwa Asni adalah adiknya. Mereka berpelukan karena telah lama berpisah. Tirta dan Asni adalah kakak beradik satu ayah lain ibu. Ibu Asni berasal dari Cakung sedangkan ibu Tirta berasal dari Karawang.

Cerita Mirah dari Marunda

Sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir, Tirta menyampaikan bingkisan berupa pending emas kepada Mirah. Tirta menjelaskan bahwa kedatangannya di pesta karena ingin berjumpa dengan Mirah dan ingin mengucapkan selamat.

Beberapa tahun kemudian Asni dan Mirah meninggalkan Marunda. Mereka telah menjadi pasangan suami istri yang bahagia. Mereka tinggal di Kemayoran sampai berusia tua.

Demikianlah kisah Cerita Mirah dari Marunda semoga bermanfaat.