Wednesday, July 10, 2013

Kinal dan Frieska JKT48 Tetap Semangat Walau Gagal di Ujian SBMPTN

Dua member JKT48, Kinal dan Frieska, belum berhasil dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Mereka pun sempat curhat kegagalan tersebut via Twitter.

"Belum jodoh sama SBMPTN tapi Allah pasti punya rencana yang terbaik," ujar Kinal di @kinalJKT48 baru-baru ini. "'Tiada jalan selain maju, selalu teruslah melangkah di jalan yang kau pilih' - 'River'.

" Sama seperti Kinal, Frieska juga berusaha tegar meski impiannya masuk PTN idaman belum tercapai. "I'm failed. But life must go on. Agak menyesal nggak nyoba jalur mandiri, yah sudahlah," sesal pemilik nama Frieska Anastasia itu.

Walaupun sempat galau, Kinal dan Frieska mencoba bersemangat. Mereka kini fokus mengajak fans untuk menunaikan ibadah puasa. "Mohon maaf lahir batin ya semuanya semoga di Ramadhan ini segala sesuatu bisa menjadi berkah! Semangat puasanya," kata Kinal. "Puasa hari pertama! Selamat beraktifitas, semoga lancar puasanya," ujar Frieska.

Tuesday, July 9, 2013

SBMPTN UGM tolak 62.088 Calon Mahasiswa

Pengumuman hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada Senin sore, 8 Juli 2013 menyimpulkan ada 2.091 mahasiswa baru yang lolos lewat jalur seleksi ini. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UGM, Iwan Dwi Parahasto mengumumkan mahasiswa baru yang lolos tes SBMPTN di kampusnya menyisihkan 62.088 pesaing. "Pendaftar ke UGM di berbagai wilayah panitia lokal SBMPTN se-Indonesia mencapai 64.179," kata Iwan pada Senin petang, 8 Juli 2013.

Kata dia, pendaftar SBMPTN UGM yang memilih jurusan bidang saintek ada 40.363 dan terdapat 23.816 untuk jurusan bidang sosial humaniora. Sedangkan peserta SBMPTN yang lolos masuk UGM terdiri dari 1.472 pemilih jurusan saintek dan 619 peminat jurusan sosial humaniora. "Ada 220 calon mahasiswa diantaranya merupakan peserta Bidik Misi," kata dia.
SBMPTN UGM tolak 62.088 Calon Mahasiswa


Iwan menambahkan puluhan ribu peminat UGM lewat jalur SBMPTN mendaftar dari berbagai panitia lokal. Peminat UGM, yang mendaftar dan melaksanakan ujian di Panitia Lokal SBMPTN DIY, terdiri dari 24.897 pemilih jurusan saintek dan 14.847 peminat jurusan sosial humaniora. Pendaftar lainnya, yang terdiri dari 15.466 pemilih jurusan saintek dan 8.969 peminat sosial humaniora, mendaftar dan melaksanakan ujian di berbagai panitia lokal luar DIY.

Iwan mencatat ada lima jurusan saintek dan lima jurusan soshum di UGM yang memiliki peminat paling banyak. Untuk program jurusan saintek, lima besar paling favorit ialah Teknologi Informasi, Gizi Kesehatan, Pendidikan Dokter, Arsitektur, dan Teknik Geologi. Lima besar jurusan paling favorit dari bidang sosial humaniora ialah prodi Pariwisata, Manajemen, Sastra Inggris, Ilmu Hubungan Internasional, dan Akuntansi.

Dia menambahkan Program Studi paling favorit ialah Jurusan Parisiwisata. Peluang diterima di jurusan ini bagi pendaftarnya hanya 1,17 persen. "Prodi Teknologi Informasi terfavorit kedua, peluang masuk di jurusan ini 1,25 persen," kata Iwan.

Menurut Koordinator Bagian Informasi SBMPTN Panitia Lokal DIY, Anwar Effendi, data kelulusan jalur seleksi ini sudah bisa diakses sejak Pukul 17.00 Senin, 8 Juli 2013. Hasil seleksi SBMPTN juga diumumkan lewat media massa pada Selasa, 9 Juli 2013 . "Jadi tepat di awal puasa," kata dia.

Wednesday, July 3, 2013

Unnes Tetapkan Biaya Kuliah Sama di Semua Jalur

Universitas Negeri Semarang (Unnes) tak akan memberlakukan biaya kuliah lebih mahal pada mahasiswa yang diterima melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes (SPMU). Lewat seleksi mandiri itu, mereka bisa mengakses uang kuliah tunggal (UKT) pada tarif terendah, bahkan mendapatkan beasiswa Bidikmisi.

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman mengungkapkan hal itu di kampus sekaran, Senin (1/7). "Tak ada perbedaan biaya kuliah antara yang diterima lewat SNMPTN, SBMPTN, maupun SPMU. Semua sama, sehingga tidak ada yang namanya tawar-menawar kemampuan membayar biaya kuliah," katanya. Tahun ini, Unnes sudah memberlakukan UKT yang besarannya mulai dari Rp500 ribu per semester hingga Rp 5 juta per semester.

Dengan membayar biaya sebesar itu, mahasiswa tidak akan ditarik untuk biaya lainnya selama kuliah. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pendaftaran SPMU dibuka secara online di laman spmu.unnes.ac.id sejak 20 Juni lalu hingga 16 Juli mendatang. Berdasarkan pantauan unnes.ac.id, seleksi ini relatif masih sepi peminat. Diperkirakan para peminat masih menunggu pengumuman hasil SBMPTN 12 Juli mendatang.

Dalam SPMU 2013, Unnes menyediakan 734 kursi untuk mahasiswa baru atau 10% kuota keseluruhan mahasiswa baru tahun ini. Meskipun demikian, terbuka kemungkinan kuota SPMU tersebut bertambah. "Total keseluruhan kuota tahun ini 6.680. Sebanyak 55% telah diterima lewat SNMPTN dan 35% melalui SBMPTN," katanya.

Namun dia mengingatkan, yang telah diterima lewat SNMPTN tapi saat lapor diri tidak hadir, dinyatakan gugur. Kursi kosong itu kemudian ditambahkan untuk kuota SBMPTN. "Namun jika nanti yang diterima lewat SBMPTN ada yang tidak melakukan registrasi, tentu saja akan kami tambahkan ke SPMU sehingga kuota seleksi mandiri ini dimungkinkan bertambah," kata Fathur.

Semua Maba UGM Dapat Subsidi Uang Kuliah

Sebanyak 20,08 persen mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka adalah penerima beasiswa Bidik Misi serta mahasiswa yang masuk dalam kategori pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) kelompok 1 dan 2.

Hasil tersebut menunjukkan, dengan parameter seleksi menggunakan kualitas akademik, akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu secara ekonomi masih terbuka lebar dalam Ujian Masuk (UM) UGM. Setelah pengumuman SNMPTN, UGM menerima data calon mahasiswa dari Panitia Pusat SNMPTN. Selain itu, UGM juga melakukan pendataan. Data yang ada diverifikasi oleh fakultas dan dikelompokkan dalam UKT sesuai kemampuan ekonomi masing-masing.

"Dari data mahasiswa yang melakukan registrasi, tercatat 20,08 persen mahasiswa baru UGM yang diterima melalui jalur SNMPTN berasal dari keluarga tidak mampu,” tutur Rektor UGM Pratikno, seperti disitat dari laman UGM, Rabu (3/7/2013). Pratikno menjelaskan, dari 3.317 calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN, sejumlah 3.146 calon mahasiswa telah melakukan registrasi. Sebanyak 20,08 persen dari jumlah tersebut merupakan penerima beasiswa Bidik Misi dan mahasiswa tidak mampu yang hanya perlu membayar UKT Rp500 ribu atau maksimal Rp1 juta per semester.

Mahasiswa yang ada di kelompok UKT 1 dan 2 itu juga mendapatkan beasiswa. Misalnya untuk prodi Sastra Inggris, Biaya Kuliah Tunggal (BKT) per semester untuk prodi itu yang ditetapkan oleh pemerintah adalah Rp6.093.000 per semester. "Sehingga mahasiswa dengan UKT 1 mendapatkan beasiswa berupa subsidi sebesar Rp5.593.000 per semester. Contoh lain, di prodi Pendidikan Dokter, BKT per semester sebesar Rp15.232.00 sehingga per semester mahasiswa dengan UKT 1 mendapatkan beasiswa atau subsidi sebesar Rp14.732.000,” paparnya.

Dia menambahkan, tidak hanya mahasiswa dalam kelompok UKT 1 dan 2 saja yang mendapatkan subsidi. Sebenarnya, kata Pratikno, seluruh mahasiswa baru menerima subsidi. "Sebagai contoh, mahasiswa dengan UKT tertinggi (kelompok 5) di prodi Farmasi harus membayar Rp7,5 juta per semester. BKT pada prodi tersebut sebesar Rp15.232.000. Sehingga tiap semesternya mahasiswa dalam UKT kelompok 5 di Farmasi mendapatkan subsidi atau beasiswa sebesarRp7.732.000," ungkap Pratikno.

Menurut Pratikno, persaingan dalam seleksi masuk UGM tahun ini semakin ketat. Buktinya, dari 72.207 peminat dalam SNMPTN hanya 3.317 mahasiswa yang diterima. Sementara untuk jalur SBMPTN, peminat prodi di UGM sebanyak 64.199 dengan daya tampung 1.997.

“Dalam penerimaan mahasiswa baru UGM, seleksi didasarkan pada kemampuan akademik. Prinsip obyektifitas dan transparansi kami pegang teguh karena UGM adalah universitas yang terbuka, tidak mengenal diskriminasi, akuntabel dan senantiasa mengembangkan keadilan bagi sesama, serta melaksanakan good university governance," tegasnya.

Monday, July 1, 2013

Lebih dari 20 Persen Mahasiswa Tak Mampu Diterima di UGM

UGM telah melakukan verifikasi terhadap mahasiswa baru yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dari hasil verifikasi tersebut, tercatat 20,08 persen mahasiwa baru UGM berasal dari keluarga kurang mampu.

Mereka adalah penerima beasiswa Bidikmisi serta mahasiswa yang masuk dalam kategori pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) kelompok 1 dan 2.

''Setelah pengumuman SNMPTN, kami menerima data calon mahasiswa dari Panitia Pusat SNMPTN. Selain itu, UGM juga melakukan pendataan. Data yang ada diverifikasi oleh fakultas dan dikelompokkan dalam UKT sesuai kemampuan ekonomi masing-masing. Dari data mahasiswa yang melakukan registrasi, tercatat 20,08% mahasiswa baru UGM yang diterima melalui jalur SNMPTN berasal dari keluarga tidak mampu,'' tutur Rektor UGM Prof Dr Pratikno MSocSc.aa

Dia menjelaskan bahwa dari 3.317 calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN, sejumlah 3.146 calon mahasiswa telah melakukan registrasi.

Data registrasi memberikan informasi yang sangat baik, bahwa dengan parameter seleksi menggunakan kualitas akademik, akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu secara ekonomi masih terbuka lebar di UGM. Kondisi ini memperlihatkan bahwa amanat Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 terutama dan Pasal 74 ayat (1) dapat diemban dengan baik oleh UGM.

Ditambahkan, porsi 20.08 persen mahasiswa baru tersebut meliputi penerima beasiswa Bidikmisi dan mahasiswa tidak mampu lainnya yang hanya perlu membayar UKT Rp 500.000 atau maksimal Rp 1.000.000 per semester. Mahasiswa yang ada di kelompok UKT 1 dan 2 ini juga mendapatkan beasiswa.

"Misalnya ntuk prodi Sastra Inggris, biaya kuliah tunggal (BKT) per semester untuk prodi ini yang ditetapkan oleh pemerintah adalah Rp 6.093.000 per semester, sehingga mahasiswa dengan UKT 1 mendapatkan beasiswa berupa subsidi sebesar Rp 5.593.000 per semester. Contoh lain di prodi Pendidikan Dokter, BKT per semester sebesar Rp 15.232.00 sehingga per semester mahasiswa dengan UKT 1 mendapatkan beasiswa atau subsidi sebesar Rp 14.732.000,'' paparnya

Dalam kesempatan itu Dia juga menyampaikan kembali bahwa pada tahun ini persaingan dalam seleksi masuk UGM semakin ketat. Peminat jalur SNMPTN sebanyak 72.207, sedangkan yang diterima sebanyak 3.317. Untuk jalur SBMPTN, peminat prodi di UGM sebanyak 64.199 dengan daya tampung 1.997.

Pendaftaran UMBPT di UNS Diperpanjang Hingga 19 Juli

Masa pendaftaran calon mahasiswa baru (camaru) melalui jalur Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta diperpanjang selama satu minggu. Jika sebelumnya masa pendaftaran UMBPT mulai dari 27 Mei hingga 12 Juli, kini jadwal pendaftaran UMBPT mulai 27 Mei hingga 19 Juli.

Ketua Panitia Lokal (Panlok) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2013 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sutarno, mengemukakan pihaknya telah memperoleh informasi dari pusat terkait perpanjangan masa pendaftaran UMBPT sejak sepekan lalu.

Dikatakan, perpanjangan masa pendaftaran UMBPT kali ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang tidak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dapat mengikuti UMBPT. Sebab, pada jadwal semua penutupan jalur UMBPT bertepatan dengan pengumuman SBMPTN pada 12 Juli.

“Kami sudah terima informasi dari pusat sejak pekan lalu. Pendaftaran UMBPT diundur sampai tanggal 19 Juli karena pada jadwal sebelumnya UMBPT hanya sampai tanggal 12 Juli, namun ternyata 12 Juli ada pengumuman SBMPTN,” kata Sutarno. UNS sendiri mengalokasikan 10 persen dari total 5.400 camaru jenjang S1 yang akan diterima pada tahun akademik 2013/2014.

Dengan demikian kuota UMBPT UNS berkisar 540 kursi. Jumlah tersebut akan disebar pada sembilan fakultas yang ada di UNS, dengan jumlah total prodi sebanyak 55 prodi jenjang S1. Camaru yang berminat untuk mengikuti UMBPT dapat membuka laman penerimaan.spmb.or.id. Peserta dapat memilih salah satu dari tiga kelompok uji yang ada yakni IPA, IPS, dan IPC.