Tuesday, February 25, 2014

Panitia Seleksi SNMPTN Blacklist 10 Sekolah pada tahun ini

Panitia Seleksi SNMPTN 2014 atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri telah me-list ‘daftar hitam’ atau blacklist tujuh hingga 10 sekolah. Namun panitia seleksi enggan menyebut nama-nama sekolah itu yang juga masuk list ‘hitam’ sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Ganjar Kurnia, Ketua Panitia Seleksi SNMPTN 2014 enggan mengumbar nama-nama yang ada. Ia berdalih tak mau membuka aib sejumlah sekolah yang masuk ‘daftar hitam’.

Kata Ganjar, pihaknya sudah berkomitmen untuk itu. Mereka tak akan menyebut nama-nama sekolah yang disebut masuk blacklist. Pria yang juga berprofesi sebagai Rektor Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu juga berikan informasi apa saja dampak sekolah yang masuk ‘daftar hitam’.

Katanya, sistem yang dirancang Panitia Seleksi SNMPTN bakal secara otomatis menolak data yang dimasukkan sekolah terkait. Sedangkan pihak sekolah yang bersikukuh menginput data yang ada akan menjumpai pesan yang isinya agar lakukan konfirmasi persoalan.

Pihak sekolah diminta untuk mengklarifikasi ke universitas yang dituju terkait kasus yang dialami pada SNMPTN 2013 lalu. Pihak pertama yang paham soal ini adalah sekolah lalu kemudian siswa. Jika siswa tak bisa input datanya ke sistem mereka otomatis bertanya ke pihak sekolah.


Panitia Seleksi SNMPTN 2014 sejatinya juga tidak terlalu ‘galak’. Jika memang sekolah mau lakukan klarifikasi dan konfirmasi persoalan yang ada maka masalah pun clear. Blacklist juga bisa dicabut. Blokir data juga ditangguhkan. Pada akhirnya siswa bisa menginput datanya. Setelah dilakukan klarifikasi maka pihak universitas akan lapor Panitia Seleksi SNMPTN 2014. Kemudian mereka akan membuka kembali sistem untuk sekolah itu.

Panitia SNMPTN Rahasiakan Nama Sekolah yang Di-blacklist
Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)2014 merahasiakan tujuh hingga 10 nama sekolah yang masuk daftar hitam (blacklist) di sejumlah universitas negeri. Ketua Panitia SNMPTN 2014 Ganjar Kurnia berdalih, pihaknya tidak mau membuka aib sekolah yang dihapus dari daftar sekolah peserta SNMPTN tahun ini.
"Kami sudah berkomitmen untuk tidak menyebut nama-nama sekolah karena itu aib," ujar Ganjar, yang juga Rektor Universitas Padjajaran Bandung itu. Pria bergelar profesor itu menjelaskan, ketika sekolah masuk daftar blacklist, maka sistem yang dirancang Panitia SNMPTN akan menolak data yang dimasukkan sekolah itu.

Nah, saat sistem komputerisasi itu menolak data, di layar akan muncul tulisan, yang meminta agar sekolah itu mengklarifikasi dulu persoalan ke pihak universitas, tempat sekolah itu mengirim data palsu siswa pada SNMPTN 2013.

"Yang pertama mengentri data itu sekolah. Selanjutnya masing-masing siswa. Nah, ketika siswanya itu juga tak bisa memasukkan data ke sistem, maka otomatis pihak siswa akan bertanya ke pihak sekolah," kata Ganjar. Dijelaskan, pihak Panitia sebenarnya juga tidak kaku. Ketika sekolah itu mau segera mengklarifikasi masalahnya ke pihak universitas dan universitas menerima penjelasan, maka Panitia akan membuka blokir data. 

"Kalau sudah diklarifikasi dan universitas menerima, lantas universitas lapor ke Panitia. Maka kami akan langsung membuka sistemnya untuk sekolah itu," beber Ganjar. 

Lantaran tidak kaku itulah, kata dia, jumlah sekolah yang masuk daftar hitam berkurang terus. Semula, pada 2013, ada 72 sekolah yang masuk daftar. Lantas, sekarang menyusut tinggal tujuh hingga 10 sekolah saja.

No comments:

Post a Comment